Breaking News:

RUU TPKS

Anggota DPR RI Fraksi PDI-P My Esti Wijayati Beri Usul Tambahkan Kata Pencegahan pada Judul RUU TPKS

Anggota DPR RI Fraksi PDI-P, My Esti Wijayati, mengatakan bahwa Badan Legislasi mengusulkan kata pencegahan ditambahkan pada judul RUU TPKS.

Editor: Sigit Nugroho
Shutterstock
ILUSTRASI Kekerasan seksual 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PDI-P, My Esti Wijayati, mengatakan Badan Legislasi mengusulkan kata pencegahan ditambahkan pada judul RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Esti yang merupakan anggota Badan Legislasi (Baleg) dan anggota Panja RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual itu menerangkan bahwa hal itu diusulkan, karena pencegahan merupakan esensi yang diharapkan agar kekerasan seksual bisa diatasi terlebih dahulu sehingga tidak meningkat jumlahnya. 

Meski demikian, Esti berujar bahwa penambahan kata itu dengan catatan bahwa perubahan judul tersebut tidak akan membuat proses penetapan RUU ini menjadi hak inisiatif. 

Baca juga: Perankan Suryani di Film Penyalin Cahaya, Shenina Cinnamon Suarakan Perlawanan Kekerasan Seksual

Baca juga: Misi Penyalin Cahaya Mengungkap Bahaya Laten Kekerasan Seksual dan Mengajak Berpihak Kepada Korban

Baca juga: Film Penyalin Cahaya Raih 12 Piala Citra di FFI 2021, Pesan Perlawanan pada Tindak Kekerasan Seksual

Ia menekankan yang bahwa seluruh proses di Baleg memang diupayakan untuk percepatan supaya RUU tersebut segera menjadi hak inisiatif dari DPR RI.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Panja Penyusunan RUU PKS di Baleg DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta pada Selasa (16/11/2021).

"Seperti yang kami sampaikan pada rapat terakhir terkait dengan RUU ini, memang kami mengusulkan judulnya ini juga ditambahkan dengan kata pencegahan," kata Esti.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mengusulkan agar susunan dalam draf naskah RUU tersebut juga diubah sekiranya tidak mengubah waktu untuk bisa mempercepat proses penetapan menjadi hak inisiatif DPR RI.

BERITA VIDEO: Beri Pesan Kekerasan Seksual Kepada Masyarakat, Film Penyalin Cahaya Dapat Penghargaan

Esti menjelaskan apabila memang usulan terkait perubahan judul tersebut dapat diterima maka bab yang mengatur pencegahan diubah posisinya menjadi sebelum bab yang mengatur penanganan tindak pidana kekerasan seksual.

Sekali lagi, ia menekankan usulan tersebut jika memang tidak mengubah jadwal yang memang dipercepat untuk bisa menyatakan RUU tersebut sebagai hak inisiatif DPR RI yang ditetapkan pada sidang paripurna.

"Maka sesuai dengan apa yang diatur atau apa maksud dari pengaturan ini, maka mestinya yang di awal sebelum masuk kepada penanganan tindak pidana kekerasan seksual, maka pencegahan itu mesti ada di awal. Di bab awal dan di pasal-pasal awal," papar Esti.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved