Breaking News:

Liga 1

Menpora Zainudin Amali Dukung Kompetisi Liga 1 Secepatnya Gunakan Teknologi VAR

Menpora siap membantu PT LIB dan PSSI guna mempercepat teknologi VAR itu bisa diterapkan di kompetisi Liga 1.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Umar Widodo
Dok.pssi.org
Ketum PSSI Mochamad Iriawan berbincang dengan Menpora Zainudin Amali saat rapat koordinasi penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 di Kantor Kemenpora, Senayan, Senin (24/5/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

WARTAKOTALIVE.COM, JAYAPURA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mendukung upaya PSSI dan PT LIB yang kini tengah mempercepat penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada kompetisi Liga 1.

Di akhir musim Liga 1 ini, PT LIB akan melakukan uji coba penggunaan VAR.

Menurut Menpora Amali, hadirnya VAR bisa membantu wasit dalam mengambil keputusan.

Selain itu juga bisa menekan adanya dugaan negatif kepada wasit saat salah mengambil keputusan.

Bahkan pihaknya pun siap membantu PT LIB dan PSSI guna mempercepat teknologi VAR itu bisa diterapkan di kompetisi Liga 1.

“Ya kita lihat seperti apa kebutuhannya. Tentu sepanjang itu sesuai kebutuhannya dan ada aturan di tempat kita, kita tidak ada masalah (dukung VAR),” kata Menpora Amali yang siap mendukung adanya VAR.

Penggunaan teknologi VAR (Video Assistant Referee) tidak mudah harus ada persiapan minimal 1,5 tahun dan konsultasi dari FIFA langsung serta tersedianya SDM yang mumpuni soal VAR
Penggunaan teknologi VAR (Video Assistant Referee) tidak mudah harus ada persiapan minimal 1,5 tahun dan konsultasi dari FIFA langsung serta tersedianya SDM yang mumpuni soal pengoperasian VAR (Fifa.com)

“VAR ini penting , kan sekarang ini banyak keputusan-keputusan dari wasit yang terlihat tidak melakukan tugasnya dengan benar atau ada kesengajaan tidak fair play dan sebagainya, sehingga muncul prasangka dimana-mana tapi dengan adanya VAR in bisa dilihat dan saya kira itu jadi alat untuk menentukan objektivitas

“Kita mendukung VAR. Cuma seperti apa, saya belum tahu apa yang nanti dibutuhkan dari pemerintah, tapi sepanjang itu sesuai dengan aturan yang tentu kita dukung,” jelasnya.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita sebelumnya mengatakan kini pihaknya bersama PSSI kembali serius dalam menerapkan VAR di kompetisi Liga 1.

Bahkan pihaknya rela mengeluarkan biaya yang tak murah guna mendatangkan peralatan VAR dan pelatihan kepada wasit-wasit Indonesia.

Baca juga: Menpora Berharap Otak Pengaturan Skor Dihukum Berat, Tidak Boleh Lagi Ada di Lingkungan Sepak bola

Baca juga: Akmal Marhali: Pembelian dan Pemasangan Teknologi VAR Tidak Semudah yang Dibayangkan PT LIB

“VAR ini sudah dibicarakan sejak awal 2020 sama PSSI, tetapi terhenti karena pandemi. Kami mulai kembali sekarang,” kata Hadian di Kantor PT LIB, Jakarta beberapa hari lalu.

“Biaya juga bukan masalah, tetapi demi kebaikan kami harus berusaha sekuat mungkin untuk cari dananya. Tapi bisa saja nanti pemerintah bantu. Namun, bukan berarti kita mengemis tetapi dampaknya ujungnya untuk prestasi Timnas juga,” ujarnya,

Hadian turut membeberkan biaya VAR hitungan kasar 1 set 6 juta dollar kira-kira sekitar 85 miliar sudah termasuk dengan pelatihan wasit.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved