Breaking News:

Info BPJS Kesehatan

JKN-KIS Tanggung Biaya Pengobatan Tiroid Siti

Siti memberanikan diri untuk berobat setelah merasa tidak nyaman pada bagian tenggorokan saya. Saat itu dirinya langsung saja menggunakan JKN-KIS.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. BPJS Kesehatan
Siti Rusminah (46) seorang ibu rumah tangga peserta program JKN-KIS yang memiliki diagnosa penyakit tiroid sejak tahun 2016. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Setiap orang pasti menginginkan tubuh yang sehat dan terhindar dari peyakit. Akan tetapi jika sakit itu datang, tentu setiap orang hanya bisa melakukan usaha terbaiknya untuk menyembuhkan penyakit yang dimilikinya.

Begitulah yang dirasakan oleh Siti Rusminah (46) seorang ibu rumah tangga peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang memiliki diagnosa penyakit tiroid sejak tahun 2016.

Penyakit tiroid terjadi ketika kelenjar tiroid mengalami perubahan bentuk dan menghasilkan hormon yang terlalu sedikit (hipotiroidisme) atau terlalu banyak (hipertiroidisme).

Awalnya Siti memberanikan diri untuk berobat setelah merasa tidak nyaman pada bagian tenggorokan saya. Saat itu dirinya langsung saja menggunakan JKN-KIS sebagai jaminan biar lebih tenang.

Di sana dia menjelaskan gejala-gejala yang dialami, dan saat itu berobat tidak hanya satu atau dua kali, berkali-kali sampai ada beberapa pemeriksaan penunjang.

“Saya ikuti saja prosedur yang disampaikan oleh dokternya saat itu. Setelah menjalani beberapa proses pemeriksaan, akhirnya dokter menyampaikan diagnosa akhir yaitu tiroid,” ungkap Siti saat menjelaskan perihal penyakit yang dialaminya.

Siti mengungkapkan bahwa setelah adanya diagnosa tersebut, ia secara rutin melakukan pengobatan dan pemeriksaan ke salah satu rumah sakit daerah Jakarta Barat.

Ia juga menyampaikan ada obat-obat yang memang harus dikonsumsi untuk mengobati fungsi tiroidnya agar bisa kembali normal.

Siti menyampaikan bahwa selama berobat, ia sangat bersyukur karena tetap mendapatkan pelayanan yang baik dari fasilitas kesehatan dan menggunakan JKN-KIS mempermudah proses pemeriksaannya dari segi biaya.

Siti juga mengungkapkan rasa syukurnya bahwa ia bisa sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Saya bersyukur sekali selama pengobatan hingga saat ini saya mendapatkan pelayanan yang baik dari fasilitas kesehatan. Tidak bisa dipungkiri stres ketika mendapat diagnosa itu cukup menganggu pikiran saya dalam menjalani pengobatan tapi setidaknya dengan ada JKN-KIS jadi sedikit berkurang bebannya karena tidak harus memikirkan soal biaya pengobatan. Apalagi pengobatannya sampai ke rumah sakit besar dan prosesnya panjang,”tambah Siti.

Siti juga mengungkapkan harapannya kepada pemerintah agar Program JKN-KIS ini bisa tetap terjaga keberlangsungannya dan bisa memberikan jaminan kesehatan yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ke depannya ia juga berharap bahwa fasilitas kesehatan yang ada dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada peserta sehingga tidak ada keraguan lagi dari peserta ketika akan melakukan pengobatan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved