Breaking News:

Pendidikan

Para Santri Gunakan Kamar Kumuh Untuk Belajar dan Salat, Pesantren di Bantargebang Ini Butuh Donasi

Saung Galing tidak ingin melihat anak-anak yatim piatu di kawasan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) terlantar.

istimewa
Ponpes yang dibangun Saung Galing itu bernama Nurjadiid yang terletak di Kampung Ciketing, RT 003/RW 003, Sumur Batu, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan ponpes sudah dilakukan sejak 2010, tetapi hingga memasuki 2021 ini tak kunjung selesai akibat tidak ada donatur yang membantu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saung Galing tidak ingin melihat anak-anak yatim piatu di kawasan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) terlantar.

Pemuda berusia 28 itu kemudian mulai membangun pondok pesantren (ponpes) untuk menampung mereka.

Ponpes yang dibangun Saung Galing itu bernama Nurjadiid yang terletak di Kampung Ciketing, RT 003/RW 003, Sumur Batu, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Kejar Herd Immunity, Wali Kota Jakarta Selatan Kolaborasi Pesantren Dorong Percepatan Vaksinasi

Baca juga: Luncurkan Buku 100 Pesantren Ekonomi, Yaqut Cholil Qoumas Tegaskan Pesantren Harus Berinovasi

Pembangunan ponpes sudah dilakukan sejak 2010, tetapi hingga memasuki 2021 ini tak kunjung selesai. Tidak ada donatur yang membantu.

Semua biaya pembangunan ponpes mengandalkan hasil kerja keras Saung Galing sebagai kuli bangunan dan pemulung.

Kelanjutan pembangunan masih membutuhkan bantuan uang Rp 150 juta.

Ponpes yang dibangun Saung Galing itu bernama Nurjadiid yang terletak di Kampung Ciketing, RT 003/RW 003, Sumur Batu, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan ponpes sudah dilakukan sejak 2010, tetapi hingga memasuki 2021 ini tak kunjung selesai akibat tidak ada donatur yang membantu.
Ponpes yang dibangun Saung Galing itu bernama Nurjadiid yang terletak di Kampung Ciketing, RT 003/RW 003, Sumur Batu, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan ponpes sudah dilakukan sejak 2010, tetapi hingga memasuki 2021 ini tak kunjung selesai akibat tidak ada donatur yang membantu. (istimewa)

"Saya kadang kuli bangunan, kadang memulung. Tenaga dikerjakan sendiri, kendalanya cuma biaya," kata Saung Guling, Jumat (12/11/2021).

"Semuanya ini kami lakukan demi masa depan adik-adik di sini, semoga mereka kelak lebih baik dan tidak memulung lagi," lanjutnya.

Bantuan uang itu bakal digunakan untuk mengokohkan pagar yang rapuh, membenahi kamar para santri yang belum layak.

Baca juga: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dukung Pembelajaran Tatap Muka di Pesantren, Tapi Ada Syaratnya

Baca juga: Kerja Sama dengan Hyundai Motor, Baznas Bagikan Tabung Oksigen ke Sekolah dan Pesantren

Bantuan juga dipakai untuk membeli matras, bantal, lemari, membangun dapur serta membeli sejumlah perlengkapan belajar maupun kebutuhan sehari-hari anak yatim.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved