Breaking News:

Virus Corona

Epidemiolog Nilai Gelombang Tiga Covid-19 Tak Terjadi di Indonesia, Kecuali Pintu Masuk Dibuka Lebar

Tahun lalu vaksinasi belum dimulai, sementara saat ini vaksinasi di Indonesia telah berjalan.

Editor: Yaspen Martinus
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengapresiasi pemerintah dalam mengambil keputusan untuk meniadakan cuti maupun libur akhir tahun. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menilai, hingga kini belum terlihat indikasi potensi terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Kecuali kalau pintu masuk kita loss-kan (dibuka bebas), karena subvarian Delta ini sudah dekat dengan Indonesia,” ujarnya dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Jumat (12/11/2021)

Ia menilai, seandainya ada kenaikan kasus, situasinya bakal berbeda dari tahun lalu.

Baca juga: Siap Mundur Jika Terbukti Terima Duit dari Bisnis Tes PCR, Luhut: Gitu Aja Repot

Sebab, tahun lalu vaksinasi belum dimulai, sementara saat ini vaksinasi di Indonesia telah berjalan.

"Yang penting, sinyal-sinyal terus dipantau agar Indonesia stabil terhadap standar pengendalian yang benar,” katanya.

Pengendalian wabah harus dilakukan sesuai standar operasional prosedur yang tepat, maka pengendalian akan berlangsung sistematis dan panjang.

Baca juga: Mengaku Siap Diperiksa KPK Soal Tudingan Bisnis Tes PCR, Luhut: Enggak Ada yang Saya Takutin

Saat ini, jelasnya, untuk pencegahan dan pengendalian wabah jenis apapun, kita mengikuti petunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan diimplementasikan di Indonesia.

“Kita masih ada beberapa kekurangan."

"Vaksin lengkap masih 39 persen, masih jauh dari target 70 persen yang harus dicapai di akhir tahun ini. Kita harus kerja keras untuk itu,” tuturnya.

Baca juga: Tempat Kerja Berisiko Tinggi Jadi Klaster Penularan Covid-19, Ini 4 Cara Mencegahnya

Ia menambahkan, aplikasi PeduliLindungi harus didorong untuk lebih banyak digunakan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved