Kamis, 23 April 2026

Berita Video

VIDEO : Curhat Guru Tangsel, Banyak Siswa Absen Saat Belajar Daring

Kiwa bersyukur saat ini mulai digelar pembelajaran tatap muka di Kota Tangerang Selatan

Wartakotalive.com/Rizki Amana
Kiwa (45) Guru Bidang Matematika PGRI 1 Ciputat, Kota Tangsel saat bertemu di kawasan Serpong pada Kamis, 11 November 2021 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Semasa pandemi covid-19 melanda kawasan Indonesia berimbas akan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM). 

Bahkan, Pemerintah Indonesia sempat menangguhkan sementara KBM akibat mengganasnya penularan dan penyebaran infeksi covid-19.

Tentu saja hal tersebut berimbas terhadap daya pemahaman materi pelajaran bagi pelajar pada setiap tingkat pendidikannya. 

Simak Video Berikut :

Hal tersebut diakui oleh Kiwa (45) selaku Guru Bidang Matematika SMP PGRI 1 Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Kata ia selama berlangsungnya proses KBM secara daring banyak pelajar yang dengan sengaja absen dalam kegiatan tersebut. 

"Banyak hal yang berubah tentu saja. Pada saat pandemi saya sebagai guru terutama memang agak sedikit kesulitan untuk menghadirkan siswa dalam kelas daring," katanya kepada Wartakotalive.com saat ditemui di bilangan Serpong, Kota Tangsel, Kamis (11/11/2021).

Kiwa menuturkan banyaknya pelajar yang absen dalam kegiatan pembelajaran daring membuat pemahaman materi yang tak tersampaikan. 

Baca juga: Tambah Izin 220 Sekolah, Sebanyak 445 SD di Kota Tangerang Resmi Telah Menggelar PTM di Pekan Depan

Baca juga: Jumlah Sekolah Yang Gelar PTM di DKI Tak Capai Target, Ini Alasan Wagub Ariza

Bahkan, kata ia tak jarang para pelajar tak dapat menjawab soal yang diberikan saat berlangsungnya ujian. 

"Artinya gini partisipasi siswa sangat sedikit yang mengikuti pembelajaran daring pada saat pandemi. Itu mengakibatkan banyak siswa yang mengalami loss learning atau tidak belajar sama sekali," ungkapnya. 

Tak selamanya kegiatan pembelajaran daring berdampak negatif, justru berbanding terbalik bagi sang guru. 

Sebab sang guru lebih dapat mengembangkan ilmu yang diterapkan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam kegiatan pembelajaran daring. 

Baca juga: PPKM Level 2, Pemkot Tangsel Kaji Operasional Kantin di Sekolah Selama Pelaksanaan PTM Terbatas 

Baca juga: Pemkot Tangsel tak Mau Tergesa-gesa Menambah Jumlah Sekolah yang Menggelar PTM Terbatas

"Tapi ada manfaatnya, guru termasuk saya bisa memanfaatkan adaptasi teknologi pembelajaran yang sekarang ada," ungkapnya. 

Berjalannya waktu, Pemerintah Kota Tangsel mulai mengizinkan keberlangsungan PTM secara terbatas. 

Dirinya pun mengaku sangat berantusias saat diizinkan ya kembali KBM secara terbatas tersebut. 

"Setelah PTMT ini alhamdulillah kami para guru sangat berbahagia karena bertemu langsung dengan anak dan menyampaikan materi secara langsung kepada anak," pungkasnya. (m23) 

Sebanyak 3.039 Sekolah di Jakarta Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tahap Ketiga

Kepala Bidang Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah menuturkan sebanyak 3.039 sekolah di Jakarta telah dibuka dan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas tahap ketiga.

"Iya jadi total 3.039 per 4 Oktober kemarin," ucap Taga kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

Hal tersebut diketahui berdasarkan data yang dikonfirmasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

Baca juga: Tinjau Pelaksanaan PTMT, Lurah Tugu & Lurah Depok Jaya Akui Sekolah Sudah Patuhi Aturan Prokes

Total 3.039 sekolah yang menggelar belajar tatap muka tersebut memiliki rincian, PTM tahap satu 610 sekolah, tahap dua 899 sekolah, dan tahap tiga 1.530 sekolah.

Lanjutnya, kata Taga bahwa sekolah yang menggelar PTM ini terdiri dari sekolah negeri dan sekolah swasta.

Taga juga berharap, agar dapat mengadakan PTM untuk semua sekolah. "Jadi secara simultan ketika PTM berlangsung, sekolah yang belum PTM ikut pelatihan atau asasment. Jadi harapan kita tahun ini bisa PTM semua," ucapnya.

Baca juga: Gelar PTM, 90 Persen Siswa di SMAK 1 BPK Penabur Sudah di vaksinasi Covid-19

Sementara itu, diketahui Disdik DKI sempat menunda PTM tahap II, yang seharusnya digelar pada Senin 27 September 2021.

Namun karena ada kegiatan Assesment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat SMA. Tapi selang dua hari kegiatan itu dilaksanakan dengan 899 satuan pendidik.

PPKM Level 2, Pemkot Tangsel Kaji Operasional Kantin di Sekolah Selama Pelaksanaan PTM Terbatas 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di Kota

Tangerang Selatan (Tangsel) telah berlangsung selama hampir dua bulan lamanya. 

Pada pelaksanaannya setiap sekolah yang melangsungkan PTM terbatas itu dilarang

mengoperasionalkan kantinnya. 

Baca juga: Berkat Vaksinasi Covid-19, Seluruh Orang Tua Murid SMA Negeri 112 Jakarta Sepakat Sekolah Tatap Muka

Namun, angin segar pun mulai datang setelah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud)

Kota Tangsel, Taryono mengumumkan mulai mengkaji operasional kantin pada masa PTM terbatas. 

Menurutnya kajian tersebut merespon mulai diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan

Masyarakat (PPKM) Level 2 di Kota Tangsel. 

Baca juga: Miris, saat PTM Murid SDN Rengasdengklok VI Karawang Kaget karena Atap Gedung Sekolah Roboh

"Perbedaannya adalah satu di masa adaptasi itu kantin enggak boleh buka. Nanti kantin boleh buka,"

katanya saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Selasa (26/10/2021).

Taryono menuturkan syarat per syarat pun mulai digelontorkan pihaknya kepada para pengurus kantin

sekolah yang berniat beroperasi kembali. 

Syarat utama berupa penjual makanan pada kantin sekolah yang telah tercatat melakoni penyuntikan

vaksinasi covid-19.

"Syarat-syarat penjual kantinnya itu pedagangnya itu sudah vaksin kemudian tetap dengan prokes yang

ketat," tuturnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved