Menteri Agama Ingin Bangun KUA Atau Madrasah dari Aset Koruptor yang Dihibahkan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghibahkan aset milik koruptor kepada Kementerian Agama (Kemenag), berupa tanah dan bangunan seluas 400 m².

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Jeprima
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya berniat mengubah hibahan aset tersebut menjadi Kantor Urusan Agama (KUA) atau madrasah. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghibahkan aset milik koruptor kepada Kementerian Agama (Kemenag), berupa tanah dan bangunan seluas 400 m².

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya berniat mengubah hibahan aset tersebut menjadi Kantor Urusan Agama (KUA) atau madrasah.

"Pendidikan itu banyak madrasah-madrasah, sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama ini enggak punya tanah, enggak punya bangunan."

Baca juga: Reisa Broto Asmoro: Sayang Banget, Sudah Ganti Tahun Masih Ragu Vaksin

"Di pelayanan keagamaan kita punya KUA-KUA, dan KUA-KUA rata-rata punya pemda, bukan milik Kementerian Agama."

"Kita ini mengalami kendala yang sangat berarti dalam pelayanan, pelayanan pendidikan dan keagamaan," tutur Yaqut di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/11/2021).

Namun, Kemenag harus memilih salah satu.

Baca juga: Anak Usia 3 Tahun ke Atas Lebih Rentan, BPOM Tunggu Data Lengkap Keamanan Vaksin Covid-19

Sebab, tanah dan bangunan yang diberikan KPK tidak bisa dimanfaatkan dengan jadi KUA maupun madrasah sekaligus.

"Kita hitung nanti yang mana yang paling memungkinkan."

"Apakah bisa digunakan untuk KUA sebagai pelayanan keagamaan, atau madrasah sebagai pelayanan pendidikan," ucap Yaqut.

Dihibahkan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghibahkan aset senilai Rp 85,1 miliar, kepada lima instansi pemerintahan.

Aset hasil tindak pidana korupsi itu dihibahkan kepada Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, Komisi Pemilihan Umum, dan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Kejagung mendapatkan tanah dan bangunan di Manggarai, Jakarta Selatan senilai Rp14,34 miliar.

Baca juga: Rizieq Shihab Serukan Pengikutnya Boikot Kapolda Fadil Imran dan Pangkostrad Dudung Abdurachman

Tanah dan bangunan itu milik mantan narapidana kasus korupsi Muhammad Nazaruddin.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved