Tak Merasa Mencatut Nama Produk, Pihak GoTo Siap Hadapi di Pengadilan

Pihak GoTo siap membuktikan di pengadilan terkait tudingan pencatutan nama produk oleh PT Terbit Financial Technology.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Max Agung Pribadi
Tribunnews
Ilustrasi - Gojek Indonesia menaikkan insentif mitra driver untuk pengiriman GoSend 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pihak GoTo siap membuktikan di pengadilan terkait tudingan pencatutan nama produk oleh PT Terbit Financial Technology.

Corporate Affairs GoTo Astrid Kusumawardhani mengatakan GoTo sudah memiliki hak menggunakan dan memanfaatkan merek GoTo sebagaimana mestinya.

"Sesuai dengan data yang ada di Ditjen KI Kementerian Hukum dan HAM, GoTo sudah terdaftar di beberapa kelas merek, yaitu kelas 9 (software, mobile apps), kelas 36 (layanan finansial) dan kelas 39 (transportasi/logistik)," ujar Astrid dalam keterangannya Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Aksi Pemalak Sopir Truk di Jalan Kapuk Kamal Leluasa karena Mencatut Jenderal Bintang Dua di Karcis

Maka dari itu, pihak GoTo berjanji akan senantiasa memenuhi peraturan yang berlaku di Indonesia.

Mereka juga mengaku siap membuktikan hak penggunaan dan pemanfaatan merek GoTo di pengadilan.

Sebelumnya pihak Gojek dan Tokopedia dilaporkan ke Mapolda Metro Jaya terkait nama produk GoTo. Nama produk itu diklaim sudah dimiliki perusahaan lain.

Perusahaan Decacorn itu dilaporkan oleh PT Terbit Financial Technology.

Laporan ini diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/5083/X/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 13 Oktober 2021.

Kuasa  Hukum  PT Terbit Financial Technology, Alfons Loemau mengatakan bahwa saat ini kliennya sudah diperiksa perdana sebagai pelapor di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Selasa (9/11/2021).

Kata Alfons, kliennya telah memilki hak paten atas merek GOTO.

Hal itu tertuang dalam sertifikat merek Nomor IDM00085218 kelas 42 tanggal 10 Maret 2020 yang terdaftar di Dirjen Hak Kekayaan Industrial, Kementerian hukum dan HAM.  

Sehingga kata Alfons, penamaan GoTo sama persis dengan perusahaan kliennya dimana bedanya hanya pada huruf kapital pada produk. Sedangkan penulisan dan pelafalannya sama.

“Dengan  penggunaan  merek  GoTo oleh  PT  Aplikasi  Karya  Anak  Bangsa  dan  PT Tokopedia  dilakukan  tanpa  adanya  pengakuan  hak  merek  terlebih  dahulu  dan  tentu  saja melanggar  hak  atas  merek  GOTO  milik  pelapor," kata Alfons di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (9/11/2021).

Alfons menuturkan, GOTO milik pelapor  sudah  terdaftar  lebih  dahulu  di  kelas  yang  sama,  yaitu  kelas  42.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved