Breaking News:

Soal Pencemaran Teluk Jakarta, Polisi Tunggu Laporan. Ariza: Akan Ditindaklanjuti Penegak Hukum

pihaknya belum melakukan pemeriksaan adanya penemuan tersebut. Meski begitu apabila ada pelanggaran maka pihaknya akan melakukan proses hukum.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Tribunnews.com
Dinas Lingkungan Hidup DKI mengambi, sampel air laut di Teluk Jakarta karena mengandung paracetamol. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta telah menemukan sumber limbah parasetamol yang mencemari perairan Teluk Jakarta. Namun demikian hingga saat ini belum ada tindakan dari aparat kepolisian.

Menanggapi hal itu Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat laporan terkait hal tersebut.

Namun apabila nanti ditemukan terdapat unsur pidana dari kasus pencemaran parasetamol itu, maka bukan tak mungkin akan diambil tindakan.

“Terkait hal itu (pencemaran parasetamol di Teluk Jakarta), kalau nanti kita temukan ada unsur pidana akan kita proses,” kata Guruh, Selasa (9/11/2021).

Menurut Guruh, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan adanya penemuan tersebut. Meski begitu apabila ada pelanggaran maka pihaknya akan melakukan proses hukum.

“Mungkin kita belum diberitahu. misalnya nanti ditemukan ada pidana akan kita proses,” ujar Guruh.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan nantinya hasil temuan itu akan ditindaklanjuti pihak penegak hukum.

“Terkait pabrik yang diduga membuang limbah sembarangan nanti ada aparat hukum yang akan menindaklanjutinya,” kata Ariza, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Dinas KPKP DKI Sebut Biota Laut di Teluk Jakarta Tak Tercemar Parasetamol

Terkait temuan adanya pabrik farmasi berinisial MEP berlokasi di Teluk Jakarta yang terbukti mencemari laut Jakarta dengan parasetamol.

“Sumber pencemaran sudah diketahui, Alhamdulillah hasilnya tidak ada hewan atau ikan yang terkontaminasi. Kemudian, terkait pabrik yang diduga buang limbah sembarangan nanti ada aparat hukum yang akan menindaklanjutinya,” ucap Ariza.

Dengan demikian, terkait pengawasan nantinya akan ditingkatkan kembali.”Tentu pengawasan harus ditingkatkan terus. Ini menjadi pelajaran buat kita bersama, sekalipun ikan-ikan tidak ada yang terkontaminasi,” tambahnya.

Ariza mengatakan, pihaknya tidak akan langsung mencabut izin perusahaan tersebut. “Nanti ada tahapannya, tidak langsung pencabutan, ada teguran, terakhir baru sanksi yang paling berat dicabut izinnya,” jelasnya.

Disebutkan, Dinas Lingkung­an Hidup (LH) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa limbah paracetamol yang mencemari perairan Teluk Jakarta berasal dari perusahaan farmasi di Penjaringan, Jakarta Utara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengungkapkan perusahaan tersebut berinisial MEP dan bergerak di bidang farmasi.

Dinas LH DKI Jakarta juga menadpati instalasi dari pengolahan limbah perusahaan farmasi tersebut tidak dilakukan secara benar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved