Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Rizieq Shihab Serukan Pengikutnya Boikot Kapolda Fadil Imran dan Pangkostrad Dudung Abdurachman

Dalam flyer itu, tampak foto Rizieq disertai pesan kepada para ulama sekaligus pengikutnya.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Rizeq Shihab menyerukan boikot kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Flyer seruan boikot Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman, beredar di media sosial.

Seruan itu disampaikan oleh eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Ichwan Tuankotta, kuasa hukum Rizieq Shihab, membenarkan seruan itu.

Baca juga: Dua Bulan Indonesia Bebas Zona Merah Covid-19, Oranye Nihil, Kuning Berkurang Jadi 495

Ia menyebut seruan itu disampaikan Rizieq melalui dirinya.

"Iya, benar. Itu sudah disampaikan HRS pada Kamis minggu lalu, saat saya jenguk beliau di Rutan Bareskrim," ungkap Ichwan saat dihubungi, Selasa (9/11/2021).

Seruan itu bertuliskan 'Seruan IB-HRS. Boikot Fadil & Dudung!!"

Baca juga: LIMA Letjen Ini Dinilai Berpeluang Jabat KSAD, Ada Pemegang Adhi Makayasa Hingga Favorit Netizen

Dalam flyer itu, tampak foto Rizieq disertai pesan kepada para ulama sekaligus pengikutnya.

Dalam seruannya itu, ia meminta agar tidak mengundang atau melibatkan Fadil dan Dudung dalam acara apapun yang akan diselenggarakan oleh pihak manapun.

Menurut Rizieq, Fadil dan Dudung dianggap terlibat dalam kasus dugaan unlawful killing terhadap 6 anggota FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2020.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Ada 19 di Sumatera, Sulawesi, Papua, dan Maluku

Atas peristiwa itu, ia menuding Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangkostrad Letnan Jenderal Dudung Abdurachman sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved