Sabtu, 11 April 2026

Tips Berkendara Saat Hujan dan Banjir Untuk Hindari Water Hammer

Jika dipaksakan, bakal terjadi istilah water hammer yang biasa terjadi pada mobil saat musim banjir.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Wartakotalive.com/Henry Lopulalan
Pengendara berusaha melintasi genangan di Jalan Gatot Subroto, di sisi Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (7/11/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Penanggung jawab bengkel Astrido Toyota Fatmawati, Suryadi, membagikan tips berkendara saat hujan.

Menurut Suryadi, memeriksa kondisi kendaraan secara keseluruhan sebelum melakukan perjalanan sangatlah penting.

Hal pertama yang harus diperiksa oleh pengguna kendaraan, terutama mobil, yakni cek ban terlebih dahulu.

“Kondisi ban sudah tipis atau belum. Sama tekanan anginnya diperiksa,” ujar Suryadi, kepada Warta Kota, Senin (8/11/2021) malam.

Baca juga: Ini Tips Mengendarai Motor Agar Tak Mogok Saat Melintasi Banjir

Baca juga: Fitrah, Pengemudi Ojol Terjebak Banjir Rob di Pelabuhan Muara Baru: Namanya Juga Pejuang Receh

“Karena kalau hujan terutama pada kecepatan tinggi, ada kecenderungan hydroplaning. Jadi ban nggak mencekeram secara baik saat kondisi jalan licin.” tambahnya.

Apabila ingin melewati genangan, pastikan pengendara sudah mengetahui kemampuan mobilnya.

“Kalau genangannya kecil nggak ada masalah, kalau tinggi ya mesti lihat kemampuan mobil kita. Terutama untuk saringan udaranya. Posisinya di mana,” kata Suryadi.

Pasalnya, semakin tinggi genangan air, maka semakin besar risiko kerusakan mobil ketika menerobos.

Baca juga: Puluhan RT di Jakarta Masih Tergenang Air Banjir, Ini Kata Wagub DKI Ahmad Riza Patria

Suryadi menambahkan, jika telanjur melewati genangan, ketinggian banjir tak boleh melebihi setengah ban mobil.

“Kalau udah telanjur lewatin genangan, banjir yang setengah ban gitu, knalpot udah kerendam, saat jalan posisi gigi rendah, gigi 1 gas ditahan, jangan sampai mati, kalau mati takutnya air itu langsung masuk ke knalpot,” tuturnya.

Suryadi menuturkan, jika mobil mogok karena menembus genangan, pengendara jangan mencoba untuk menghidupkan mesin mobil.

“Jangan coba distarter. Jadi mobil dorong lewatin genangan sampai posisi aman, lalu buka busi, baru distarter. Kalau udah dipastikan udah nggak ada air di sana, baru kita coba pasang busi, lalu dihidupkan,” kata Suryadi.

Apabila filter udara sudah sampai terendam, pengendara harus dapat menahan diri untuk tidak menyalakan mesin.

Jika dipaksakan, bakal terjadi istilah water hammer yang biasa terjadi pada mobil saat musim banjir.

Diketahui, water hammer adalah kondisi di mana mesin tidak bisa menyala lagi.

Hal itu disebabkan adanya air yang masuk ke ruang bakar atau sistem pelumasan sehingga kompresinya tidak dapat berjalan kembali.

“Jadi air yang masuk ke dalam silinder, itu akan terkompresi sehingga menyebabkan bloknya itu bisa pecah. Kalau kita paksain starter,” ujarnya. (M31)

--

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved