SPBU Terapung Pertamina di Pulau Karya Hadir Jadi Solusi Warga Kepulauan Seribu

Berdirinya lembaga penyalur terapung di Perairan Pulau Karya, Pramuka, Panggang ini merupakan yang pertama sejak Kabupaten Kepulauan Seribu terbentuk.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. Pertamina MOR III
SPBU apung di sekitar Pulau Karya, Kepulauan Seribu Utara beroperasi sejak Juni Tahun 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEPULAUAN SERIBU — PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Subholding Commercial & Trading telah menghadirkan SPBU apung di sekitar Pulau Karya, Kepulauan Seribu Utara sejak Juni Tahun 2021.

Berdirinya lembaga penyalur terapung di Perairan Pulau Karya, Pramuka, Panggang ini merupakan yang pertama sejak Kabupaten Kepulauan Seribu terbentuk.

Area Manager Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengatakan bahwa pembangunan Lembaga Penyalur dalam bentuk terapung tersebut dilakukan agar kapal-kapal penduduk mudah merapat dan mempermudah akses bahan bakar bagi masyarakat di Kepulauan Seribu.

“Koordinasi awal dilakukan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, BPH Migas, dan Ditjend Migas sehingga SPBU Apung ini telah beroperasi dan memberikan multiplier effect yang positif untuk warga Kepulauan Seribu,” tutur Eko Kristiawan dalam pernyataan resminya, Senin (8/11/2021).

SPBU apung di sekitar Pulau Karya, Kepulauan Seribu Utara beroperasi sejak Juni Tahun 2021.
SPBU apung di sekitar Pulau Karya, Kepulauan Seribu Utara beroperasi sejak Juni Tahun 2021. (Dok. Pertamina MOR III)

Ia menambahkan bahwa hadirnya SPBU Apung ini dapat memajukan aktifitas perekonomian warga, peningkatan hasil laut serta perkembangan pendapatan nelayan di Kepulauan Seribu dan sekitarnya.

Fahrisal salah satu nelayan di Kepulauan seribu menuturkan bahwa selama ini warga Kepulauan Seribu memperoleh BBM khususnya jenis Solar untuk Bahan Bakar Kapal dengan harga cukup mahal bahkan mencapai Rp 11.000.

“Jadi dulu itu pengiriman BBM melalui kapal-kapal angkutan barang oleh para pengecer, sehingga harga solar yang dijual itu berubah setiap kalinya. Syukur Alhamdulillah, sekarang kami sudah bisa membeli BBM dengan harga normal dan terjangkau, sama dengan warga di wilayah perkotaan,” ujar Fahrisal. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved