Breaking News:

Pemkab Bogor Awasi Kawasan Wisata Puncak Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Untuk Cegah Covid-19

Saat ini tidak banyak wisatawan yang berwisata di hotel. Namun wisatawan ke villa dan tempat-tempat alam dan tercatat yang datang masih cukup tinggi.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Hironimus Rama
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan Rapat Koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Darat di Aula Pendopo Bupati Bogor, Senin (8/11). 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR -- Pemerintah kini fokus mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat pekan libur Natal dan Tahun Baru. Begitu juga Pemerintah Kabupaten Bogor, yang saat ini masih berada di level 3 masa PPKM.

Sehingga masih banyak kegiatan di bidang pariwisata dan kegiatan lainnya yang diperketat. 

"Kami sedang melakukan penguatan prokes dan pembatasan mobilitas, salah satunya destinasi wisata kawasan Puncak," kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan usai Rapat Koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Darat di Aula Pendopo Bupati Bogor, Senin (8/11).

Rapat yang digelar virtual ini membahas Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19 dan Antisipasi Lonjakan Pengunjung Pada Lokasi Wisata di Libur Natal dan Tahun Baru nanti.

Baca juga: Cegah Kawasan Puncak Dikomersialisasi, Ade Minta Lahan Dikembalikan ke Fungsi Aslinya

Baca juga: Soal Banjir Jakarta dan Bogor Disalahkan karena Rusaknya Kawasan Puncak, Ini Kata Bupati Ade Yasin

"Insyaallah kami dengan Forkopimda akan membuat satu formula bagaimana untuk mengantisipasi lonjakan kegiatan masyarakat maupun wisatawan di akhir Desember," ujarnya.

Menurut Iwan Setiawan, pihaknya bersama Forkopimda, Dinas Pariwisata dan Satgas Covid-19 Kecamatan kini fokus untuk menginspeksi tempat-tempat wisata luar ruang, tempat camping, wisata alam, dan curug.

"Camping ground di tenda-tenda itu lagi tren saat ini. Okupansinya mulai meningkat dan ini menjadi trend baru di Puncak," paparnya.

Saat ini tidak banyak wisatawan yang berwisata di hotel. Namun wisatawan ke villa dan tempat-tempat alam dan tercatat yang datang masih cukup tinggi.

Baca juga: Ade Yasin Sebut Bangsawan Merusak Ruang Terbuka Hijau Kawasan Puncak-Lahan Disulap Jadi Tempat Usaha

"Untuk itu kami fokus bagaimana mentreatment para pelaku wisata dan pelaksana wisata di puncak ini untuk menerapkan protokol kesehatan," jelas Iwan.

Disbudpar Kabupaten Bohor serta Satgas Kecamatan kini terus rutin mengedukasi para pelaku wisata Puncak.

Dalam rapat ini, Dirjen Hubungan Darat Kemenhub RI, Budi Setyadi, menuturkan masyarakat saat ini cenderung ingin keluar rumah, dan berbondong-bondong untuk melakukan perjalanan terutama berwisata ke beberapa lokasi yang ada di Indonesia.

"Kecenderungan ini tidak hanya terjadi di Jawa, namun juga di Sumatera, juga di beberapa daerah yang lain. Kondisi seperti itu, perlu diwaspadai," ujarnya.

Bupati Bogor Ade Yasin melakukan peninjauan langsung ke Jalur Puncak 2 yang ada di wilayah Perbatasan Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur, Sabtu (25/9/2021).
Bupati Bogor Ade Yasin melakukan peninjauan langsung ke Jalur Puncak 2 yang ada di wilayah Perbatasan Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur, Sabtu (25/9/2021). (Warta Kota/ Hironimus Rama)

Kalau tidak berhati-hati dan tidak waspada, lanjutnya, bisa terjadi lonjakan ketiga usai Natal dan Tahun Baru.

Budi Setyadi menyatakan dirinya telah mengirimkan surat kepada para gubernur, bupati dan walikota untuk mewaspadai dan melakukan mitigasi, terutama dari aspek manajemen rekam lantas untuk pembatasan pengunjung ke masing-masing kawasan atau lokasi wisata.

"Kami sangat berharap kepada para Bupati, Walikota, Kapolres, juga Dandim, untuk bisa saling berkolaborasi melakukan upaya pembatasan di masing-masing lokasi, terutama pembatasan pengunjung di beberapa lokasi wisata yang cenderung sangat diminati masyarakat," pungkasnya.(ron)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved