Senin, 18 Mei 2026

Info BPJS Kesehatan

Komitmen Evi Rutin Membayar Iuran JKN-KIS Demi Melindungi Diri dan Keluarganya

Evi menceritakan sebelum ia didiagnosis menderita Tuberkulosis (TB) Paru, ia memanfaatkan Program JKN-KIS untuk memeriksakan keadaannya.

Tayang:
Editor: Ichwan Chasani
Dok. BPJS Kesehatan
Evi Fahmia (27), peserta program JKN-KIS. 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA — Makin meningkatnya biaya pelayanan kesehatan, membuat Evi Fahmia (27) memerlukan jaminan kesehatan untuk mengalihkan risiko finansial akibat sakit.

Pilihan Evi jatuh kepada Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang wajib diikuti oleh seluruh penduduk Indonesia.

Ia menjadi peserta JKN-KIS sejak awal program ini ada. Pada saat itu, ia didaftarkan oleh perusahaan tempat ia bekerja.

“Tahun 2017, saya resign dari perusahaan. Setelah kartu saya dinonaktifkan, saya langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan untuk mengaktifkan lagi kepesertaan saya sebagai peserta mandiri. Karena pada saat itu, saya juga sedang menjalani pengobatan,” ujar Evi yang memilih hak kelas rawat kelas III untuk kepesertaan JKN-KIS-nya, beberapa waktu lalu.

Evi menceritakan sebelum ia didiagnosis menderita Tuberkulosis (TB) Paru, ia memanfaatkan Program JKN-KIS untuk memeriksakan keadaannya.

Ia menjalani rawat jalan dari fasilitas tingkat pertama hingga dirujuk juga ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah diagnosis TB Parunya tegak, ia dirujuk ke rumah sakit yang khusus menangani penyakit ini dan tidak dapat memanfaatkan Program JKN-KIS sampai ia akhirnya sembuh. Hal ini dikarenakan pengobatan TB Paru dijamin langsung oleh Kementerian Kesehatan.

“Meskipun saat itu saya sudah tidak menggunakan JKN-KIS lagi, saya tetap rutin membayar iuran supaya kartu saya tetap aktif. Khawatir sewaktu-waktu saya butuh lagi. Ternyata, saya memang membutuhkan JKN-KIS pada saat saya hamil untuk kontrol kehamilan saya. Dan terakhir, saya gunakan untuk proses persalinan beberapa waktu yang lalu,” kata ibu dari satu anak ini.

Evi menceritakan awalnya ia rutin kontrol ke bidan dengan memanfaatkan JKN-KIS dan selama pemeriksaan kemungkinan besar akan bersalin secara normal.

Tanpa diduga, ketika mendekati waktu persalinan, air ketubannya merembes. Ia pun dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat dan langsung dijadwalkan operasi caesar di hari yang sama. Lagi-lagi, Evi ditemani oleh Program JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tersebut.

“Pelayanan yang saya terima selama saya menggunakan Program JKN-KIS selama ini sangat baik. Pelayanannya sama seperti yang diterima oleh pasien umum. Jadi, tidak ada bedanya antara pasien umum dan peserta JKN-KIS. Selain itu, selama memanfaatkan Program JKN-KIS untuk berobat sampai dengan operasi Caesar, tidak dipungut biaya sama sekali. Program JKN-KIS ini memang memiliki manfaat yang besar,” cetus Evi.

Oleh karena, Evi sangat merasakan manfaat dari Program JKN-KIS ini, ia berharap program ini terus dilanjutkan.

Ia juga menyampaikan apa yang sudah baik di program ini dipertahankan atau bahkan ditingkatkan dan apa yang kurang diperbaiki.

Mengingat pentingnya memiliki jaminan kesehatan, ia selalu berusaha untuk rutin dan tepat waktu membayar iuran JKN-KIS agar tidak terhambat ketika dibutuhkan. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved