Breaking News:

Nasional

Ketua APPI Aris Manji Desak DPR Awasi Proyek Pembangunan Perpipaan SPAM

Aliansi Pemerhati Parlemen Indonesia (APPI) Aris Manji desak DPR RI melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap proyek pembangunan perpipaan.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Kompas.com
Ketua APPI Aris Manji Desak DPR Awasi Proyek Pembangunan Perpipaan SPAM. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua APPI Aris Manji Desak DPR awasi proyek pembangunan perpipaan SPAM.

Ketua Umum Aliansi Pemerhati Parlemen Indonesia (APPI) Aris Manji mendesak Komisi V DPR RI melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap proyek pembangunan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Semarang Barat.

Baca juga: Jaksa Agung Terbitkan Pedoman Pecandu Narkoba Dituntut Rehabilitasi, Komisi III DPR: Sangat Ditunggu

Hal itu diminta agar proses tender proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu berjalan sesuai aturan hukum.

Baca juga: Disetujui DPR Jadi Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa: Saya Belum Dikasih Tahu Kapan Dilantik

Menurut Aris, ia meminta DPR untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan agar tak adanya penyimpangan persyaratan administrasi dalam proyek ini.

"Kami minta Komisi V DPR  tunjukan fungsi pengawasannya. Jangan sampai proyek SPAM ini terjadi masalah lagi seperti yang dulu-dulu. Jangan sampai di proyek ini lahir koruptor baru," tegas Aris kepada wartawan, di Jakarta, Senin, (08/11/2021).

Aris menyebutkan, sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyidikan kasus suap proyek-proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR tahun 2017-2018.

Bahkan, sejumlah pejabat kini sudah mendekam di penjara dan tidak sedikit pengusaha dan pejabat internal PUPR pun diperiksa oleh lembaga antirasuah ini.

Baca juga: DPR Setuju Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI Gantikan Marsekal Hadi Tjahjanto

Oleh sebab itu, para pengusaha kontraktor baik swasta maupun BUMN, termasuk juga para pejabat kementerian berkaca pada proyek SPAM sebelumnya.

Karena sudah banyak yang kena dan menjadi narapidana.

"Sudah seharusnya, begitu ada aroma janggal di proyek ini, maka segera dilakukan evaluasi dan pemeriksaan. Jangan tunggu proyek berjalan lalu ada tindakan," ujar Aris.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved