Breaking News:

UMKM

Kapan Kinerja Perekonomian dan UMKM Akan Pulih Sepenuhnya? Ini Prediksi BRI

Turunnya kasus positif Covid-19 belakangan ini membuat semua pihak optimistis. Lalu kapan perkiraannya perekonomian dan UMKM bakal pulih kembali?

Ramadhan LQ
Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diberi tempat dalam usaha mereka di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan. Kasus positif Covid-19 yang terus menurun membuat optimistis berbagai pihak, termasuk Bank BRI, bahwa kinerja perekonomian dan UMKM akan terus pulih. 

- Recovery itu akan terjadi terutama bagi pelaku UMKM pada triwulan I-2023

- Stimulus keuangan dan relaksasi kepada masyarakat tetap berjalan

- Bansos reguler tetap diperlukan, meski pandemi berangsur pudar 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dalam beberapa bulan terakhir, kasus aktif Covid-19 di Indonesia terus  mengalami penurunan signifikan.

Turunnya jumlah kasus aktif ini didukung oleh percepatan program vaksinasi serta penerapan berbagai kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat oleh Pemerintah.

Meskipun demikian, kinerja perekonomian nasional belum pulih sepenuhnya.

Baca juga: Akselerasi Digitalisasi UMKM, Rohidin Mersyah Teken Kerja Sama Hadirkan Warkop Digital di 1.341 Desa

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari memprediksi, perekonomian baru mulai pulih paling cepat pada semester II-2022.

Dengan syarat, kata dia, kondisi pandemi di Indonesia semakin terkendali, dan kinerja pelaku UMKM kembali berjaya seperti masa-masa sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

"Perhitungan BRI, recovery itu akan terjadi terutama bagi pelaku UMKM pada triwulan I-2023. Karena (situasi pandemi) sudah terakselerasi dengan baik, serta masyarakat semakin disiplin prokes. Tinggal memelihara momentum ini saja," papar Supari dalam diskusi bersama FMB9, Jumat (5/11/2021).

"Tapi, kalau ekosistem bisa dipertahankan, maka recovery UMKM bisa dipercepat. Setidaknya pada semester II-2022 omsetnya (UMKM) itu seperti pre-Covid-19," sambungnya.

Baca juga: Dorong Pemulihan Ekonomi,  Menteri Sandiaga Temui Pelaku UMKM di Ambon City Center

Stimulus

Untuk itu, lanjut Supari, Pemerintah diminta untuk tetap memberikan stimulus keuangan dan relaksasi kepada masyarakat yang layak menerima manfaat melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Untuk program PEN sektor UMKM seperti Banpres produktif usaha mikro (BPUM) serta subsidi bunga.

Sedangkan, untuk program-program pemulihan di sektor perlindungan sosial diantaranya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin,

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan bantuan relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

"Oleh karena itu sesungguhnya yang diperlukan nanti (2022), bansos reguler tetap diperlukan. Karena krisis pandemi walaupun sudah selesai tetap diperlukan," papar Supari. (Tribunnews/Bambang Ismoyo)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved