Breaking News:

Berita Internasional

Jadi Pembicara Dalam COP26, Fadli Zon Serukan Komitmen Parlemen Dalam Inisiatif Perubahan Iklim

Fadli Zon Serukan Komitmen Parlemen Dalam Pengawasan Legislasi dan Inisiatif Perubahan Iklim. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Fadli Zon dalam Sidang Umum ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) ke-42 pada Rabu (25/8/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon memimpin delegasi menghadiri Climate Change Conference (COP) 26 di Glasgow, Inggris.

Dalam Konferensi Perubahan Iklim tahun ini, Fadli Zon didaulat untuk menjadi pembicara di dua kesempatan bergengsi.

Salah satunya untuk agenda The Role of Parliament in Climate and Nature Policy.

Fadli Zon menjadi narasumber atas undangan Chairs of the Environmental Audit Committee dan the Business, Energy and Industrial Strategy Committee of the House of Commons, Rt Hon Philip Dunne MP dan Darren Jones MP, serta Chair of the Environment and Climate Change Committee of the House of Lords, Baroness Parminter.

Pembicara lainnya Biyika Lawrence Songa, Chair of Parliamentary Committee on Climate Change, Parliament of Uganda dan Munaza Hassan MNA, Chair of the Committee on Climate Change, National Assembly of Pakistan.

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Fadli Zon: Pemerintah Kurang Peka Menjaga Warisan Sumpah Pemuda

Baca juga: Fadli Zon Berharap Indonesia Tak Seperti Uni Soviet, Negaranya Bubar karena Ekonomi & Pemimpin Lemah

Pada kesempatan yang menjadi bagian dari agenda Presidensi UK tersebut, Fadli Zon menyampaikan mengenai urgensi peran parlemen untuk isu-isu terkait lingkungan hidup.

Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri mengingat kecenderungan isu-isu lingkungan menjadi ranah satu komisi khusus.

“Saya melihat Indonesia sudah memiliki berbagai perangkat hukum dan legislasi sebagai payung penerapan analisa dampak lingkungan dalam satu pembahasan RUU maupun anggaran tetapi masih ada gap dalam implementasi," papar Fadli Zon dalam siaran tertulis pada Sabtu (6/11/2021).

"Hal ini bisa jadi karena adanya silo approach, kecenderungan untuk memandang bahwa isu lingkungan hanya ranah komisi IV atau VII misalnya. Padahal tidak demikian, seharusnya di setiap tahapan mulai dari naskah akademis maupun pembahasan-pembahasan selanjutnya," jelasnya.

"Demikian juga dengan inisiatif-inisiatif dan program pemerintah yang cenderung masih kurang dalam hal pengawasan atas implementasinya di daerah. Ini tentunya menjadi concern kita bersama,” ungkap politisi Partai Gerindra itu.

Baca juga: Curiga Ada Bisnis di Balik Tes PCR, Fadli Zon Minta Pemerintah Buka-bukaan Soal Harga Dasar

Baca juga: Pinjaman Online Picu Seorang Ibu Akhir Hidup, Fadli Zon : Bukti Sistem dan Institusi Tak Jalan

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved