Breaking News:

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Merinding Dengar Rekonsiliasi Eks Teroris dan Aparat Korban Bom Solo

Mantan teroris yang juga mantan anak buah gembong teroris Bahrun Naim, Munir, mendatangi Ipda Bambang Adi Cahyanto di Solo untuk meminta maaf.

Editor: Lucky Oktaviano
Dok. Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan Munir (kiri), seorang mantan teroris yang juga mantan anak buah gembong teroris Bahrun Naim, dan Ipda Bambang Adi Cahyanto (kanan) di rumah dinas gubernur di Semarang, Jawa Tengah. Munir meminta maaf langsung ke Ipda Bambang yang terluka saat insiden bom meledak di Polres Surakarta pada 2016 silam. Munir adalah mantan terorisme anak buah Bahrun Naim. Tugasnya adalah menggalang dana, dan salah satu dananya digunakan teroris Nur Rohman melakukan aksi pengeboman di Polres Surakarta pada 2016 silam. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANG -- Terjadi sejarah dalam penanganan terorisme di Indonesia, Kamis (4/11).

Seorang mantan teroris yang juga mantan anak buah gembong teroris Bahrun Naim, Munir, mendatangi Ipda Bambang Adi Cahyanto di Solo untuk meminta maaf.

Munir adalah mantan terorisme anak buah Bahrun Naim. Tugasnya adalah menggalang dana, dan salah satu dananya digunakan teroris Nur Rohman melakukan aksi pengeboman di Polres Surakarta pada 2016 silam.

Korban dari ledakan bom Nur Rohman itu adalah Ipda Bambang. Salah satu mata Ipda Bambang mengalami luka serius akibat kejadian itu.

Usai pertemuan yang digelar di Solo, Ipda Bambang dan Munir diundang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ke rumah dinasnya.

Keduanya diajak ngobrol, tentang cerita-cerita masa lalu dan proses rekonsiliasi itu.

Kepada Ganjar, Munir mengatakan bahwa sudah niat untuk minta maaf ke Bambang sejak dirinya dipenjara.

Melalui proses perenungan dan hal-hal yang ia dapatkan selama 4 tahun di penjara, ia menyatakan penyesalan yang dalam.

Ia menyatakan diri untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan ingin meminta maaf ke Bambang dan masyarakat Indonesia.

"Saya saat dipenjara sadar, bahwa apa yang saya lakukan salah. Saya juga disadarkan saat bapak saya, matanya terkena sesuatu dan luka berat. Saya merasa Tuhan sedang membalas perbuatan saya. Dari situ saya sadar, saya sangat menyesal," kata Munir.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved