Breaking News:

Antisipasi Longsor, Camat Jagakarsa Minta Pondasi Turap Harus Steril Dari Bangunan

Di sini sering kejadian tanah longsor. Sebenarnya sudah tiga lapis, yakni coran, pohon, dan sebagainya, namun masih terjadi longsor

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Agus Himawan
Warta Kota
Lokasi tanah longsor di pinggir Kali Baru, Gang H Muhammad RT 04/04, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Teks. Hujan deras yang terjadi pada Rabu (3/11/2021) mengakibatkan tanah longsor di pinggir Kali Baru, Gang H Muhammad RT 04/04, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Salah seorang warga setempat, Rudi Ahmad (48), mengatakan, lokasi longsor yang merupakan lahan kosong, itu hanya berjarak 5 meter dari rumah kerabatnya, Ahmad Marzuki.

Rudi mengatakan, peristiwa longsor itu terjadi sekira pukul 19.00 WIB. “Saat peristiwa terjadi kebetulan saya juga lagi nggak ada di tempat. Pak RT telepon, memberitahu bahwa lahan di belakang rumah longsor,” ujar Rudi, Kamis (4/11/2021).

Menurut Rudi, longsor di belakang rumahnya terjadi ketika curah hujan tinggi pada Rabu (3/11/2021). Setelah kejadian itu, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan langsung melakukan penanganan.

Rudi mengakui tingkat kerawanan longsor di sekitar rumahnya memang cukup tinggi. “Di sini sering kejadian tanah longsor. Sebenarnya sudah tiga lapis, yakni coran, pohon, dan sebagainya, namun masih terjadi longsor,” katanya.

Sementara itu, Camat Jagakarsa Alamsyah, meninjau langsung lokasi longsor, pada Kamis (4/11/2021), Ia menuturkan, panjang tanah longsor yang berada di pinggir Kali Baru tersebut sekira 25 meter. “Hanya turap kali yang longsor. Jadi karena hujan deras, turap itu longsor,” katanya.

Baca juga: Kebon Pala Terendam Banjir 3 Hari, DPRD DKI: Gubernur Anies Harus Tepati Janji

Sementara, pantauan di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, petugas Suku Dinas SDA Jakarta Selatan bersama sejumla petugas PPSU melakukan penanganan tanah longsor dengan memasang kayu dolken. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi tanah longsor di lokasi itu.

“Tidak ada korban dalam peristiwa tanah longsor ini. Saat ini ditangani tim kolaborasi antara lain Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selaan, petugas PPSU, FKDM, dan pengurus RT/RW,” imbuhnya.

“Kami imbau kepada warga masyarakat terutama di pinggir kali untuk tidak bangun mepet-mepet ke pinggir turap kali,” ujarnya. Ia mengatakan, permukiman atau bangunan-bangunan lainnya yang didirikan warga di turap kali bersifat rawan longsor.

“Karena dari sekian kejadian itu rata-rata yang longsor itu pasti pondasi turap digunakan untuk pondasi rumah. Itu jadi masalah,” kata Alamsyah.

Adanya material timbunan, ujarnya, menyebabkan beban tanah bertambah, sehingga mengakibatkan terjadinya geseran butiran tanah.

Hal tersebut lama kelamaan dapat menyebabkan longsor, maka turap kali harus aman dari beban. “Kalau turap itu aman dari beban yang lain, insyaallah nggak longsor. Rata-rata seeprti itu yang di pinggir kali,” tuturnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved