Pengaturan Skor

Komisi Disiplin PSSI Minta Polisi Buru Mr X yang Menghubungi Eka Dwi Susanto Pemain Perserang

Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing mengatakan pihaknya belum mengetahui siapa yang menelepon Eka, karena pengakuan Eka dihubungi dengan private number

Penulis: Abdul Majid | Editor: Umar Widodo
Dok.LIB
Tim Perserang Serang yang berkompetisi di Liga 2, melaporkan 5 mantan pemainnya dan pelatih ke PSSI dan PT LIB karena diduga terlibat pengaturan skor 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Komite Disiplin PSSI baru saja memberikan hukuman kepada lima pemain Perserang yang menjalankan dugaan praktik pengaturan skor sesuai arahan dari Mr X.

Seperti diketahui, Mr X ini sebelumnya menghubungi pemain Perserang, Eka Dwi Susanto untuk bisa kalah dari RANS Cilegon FC dan Persekat Tegal.

Eka diiming-iming uang Rp 150 juta apabila bisa mewujudkannya.

Setelah mendapat kabar itu, Eka langsung mencari empat pemain lainnya yakni Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Ade Ivan dan Aray Suhendri.

Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing mengatakan pihaknya belum mengetahui siapa yang menelepon Eka, karena pengakuan Eka dia dihubungi dengan private number.

Oleh karena itu, Erwin Tobing menyerahkan penyelidikan ini ke pihak kepolisian guna melacak siapa Mr X ini.

“Memang kami punya keterbatasan dalam memeriksa. Kami akan serahkan ke Polda untuk bisa ditindaklanjuti. Kalau soal private number ini memang kami belum percaya sehingga kami serahkan ke pihak kepolisian,” kata Erwin.

“Pihak kepolisian yang memeriksanya lebih lanjut kebenarannya ini. Kami akan kerjasama dengan pihak kepolisian,” sambungnya.

Sementara itu, dalam pemeriksaan, Eka menjelaskan bahwa Mr X yang menghubunginya adalah orang Indonesia dengan logat melayu. Akan tetapi Eka tak tahu siapa yang menghubunginya itu.

“Dia bilang tidak kenal karena pakai private number, tapi Logat melayu itu saja. dia tidak tahu tapi pakai bahasa indonesia logat melayu,” pungkasnya.

Berikut hasil sidang Komdis PSSI kasus dugaan match fixing pertandingan Perserang :

1. Eka Dwi Susanto : dikenakan sanksi 60 bulan larangan beraktivitas, denda sebesar 30 juta, dan 60 bulan larangan masuk area stadion

2. Fandy Edy : dikenakan sanksi 48 bulan larangan beraktivitas, denda sebesar 20 juta, dan 48 bulan larangan masuk area stadion

3. Ivan Julyandhy : dikenakan sanksi 24 bulan larangan beraktivitas, denda sebesar 10 juta, dan 24 bulan larangan masuk area stadion

4. Ade Ivan Hafilah : dikenakan sanksi 36 bulan larangan beraktivitas, denda sebesar 15 juta, dan 36 bulan larangan masuk area stadion

5. Aray Suhendri : dikenakan sanksi 24 bulan larangan beraktivitas, denda sebesar 10 juta, dan 24 bulan larangan masuk area stadion

6. Putut Winajarko : pelatih Perserang diputuskan tidak bersalah.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved