Calon Panglima TNI

Jokowi Pilih Jenderal Andika Perkasa Jadi Calon Panglima TNI Sebelum Kunjungan Kerja ke Luar Negeri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilihKSAD Jenderal Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI.

Editor: Yaspen Martinus
Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
KSAD Jenderal Andika Perkasa saat mewakili Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, melepas keberangkatan Presiden Jokowi ke luar negeri. 

Dia menilai tak masalah soal masa tugas Andika di militer yang tersisa hanya satu tahun.

Jenderal Andika akan pensiun pada Desember 2022.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi 14, di Papua Makin Meluas

"Ya enggak apa-apa kan tetap saja, syarat Panglima TNI itu kan harus kepala staf," kata Pratikno di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (3/11/2021).

Dia mengatakan kepala staf TNI AU sudah mendapatkan jatah Panglima TNI.

"Jadi pilihannya (antara) AD dan AL. Pak Presiden sudah memilih Angkatan Darat," ucap mantan Rektor UGM tersebut.

Segera Gelar Fit and Proper Test

Pimpinan DPR telah menerima surat presiden (surpres) mengenai calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto.

Dalam surpres tersebut, KSAD Jenderal Andika Perkasa dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi calon Panglima TNI selanjutnya.

Ketua DPR Puan Maharani menyatakan, DPR bakal segera menindaklanjuti surpres tersebut.

Baca juga: Ketum PB IDI: Sekarang Fase Relaksasi Buat Nakes, Pulihkan Tenaga, Bersiap Kalau Ada Kenaikan Kasus

Pimpinan DPR, lanjut Puan, akan menggelar rapat untuk menugaskan Komisi I melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Andika Perkasa.

"DPR RI akan menindaklanjuti surat presiden mengenai usulan calon panglima TNI yang baru."

"Tentu saja setelah melalui rapat pimpinan yang akan menugaskan salah satu alat kelengkapan dewan."

Baca juga: IDI: Jika pada Desember-Januari Tidak Ada Kenaikan Kasus, Pandemi Covid-19 Masuk Fase Endemi

"Dalam hal ini Komisi I DPR RI untuk melakukan pembahasan termasuk fit and proper termasuk calon yang diajukan oleh presiden," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2021).

"Selanjutnya, Komisi I akan melaporkan hasil pelaksanaan fit and proper tes di dalam rapat paripurna, untuk dapat mendapatkan persetujuannya," imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved