Viral Cuma Satu Mobil Diguyur Hujan di Cikarang, BMKG: Kecil Kemungkinannya

Banyak yang menyebutkan bahwa kejadian tersebut merupakan settingan dan tak mungkin terjadi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Budi Sam Law Malau
Viral Cuma Satu Mobil Diguyur Hujan di Cikarang, BMKG: Kecil Kemungkinannya
Istimewa
tangkapan layar video viral hujan hanya mnegguyut satu mobil di Cikarang

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Video fenomena hujan yang hanya mengguyur satu mobil di parkiran hotel kawasan Jababeka, Cikarang  Kabupaten Bekasi, viral dan banyak ditanggapi oleh netizen.

Banyak yang menyebutkan bahwa kejadian tersebut merupakan settingan dan tak mungkin terjadi.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Bidang Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Akhmad Taufan Maulana mengatakan diperlukan sejumlah kajian dan pengamatan untuk menjelaskan kebenaran mengenai fenomena yang terjadi pada Minggu (31/10/2021) lalu.

"BMKG saat ini belum dapat mengkonfirmasi terkait kebenaran kejadian tersebut, mengingat data yang ada saat ini hanya berupa visual video yang disampaikan oleh warga dengan format durasi yang cukup singkat. Sementara data-data pengamatan cuaca visual yang sifatnya lokal yang bisa dianalisis secara objektif setempat tidak tersedia," ungkap Akhmad melalui keterangan tertulisnya, Selasa (2/11/2021).

Namun demikian, fenomena tersebut sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Hal ini dikarenakan diamater awan cumulonimbus yang menghasilkan hujan seperti pada video umumnya memiliki diameter beberapa puluh hingga ratusan km. 

"Hujan umumnya terjadi ketika awan sudah cukup matang, dan jika proses kondensasi pada awan cukup kuat maka akan menghasilkan hujan dengan intensitas sedang-lebat atau umumnya dicirikan dengan diameter butiran yang besar juga pada area yang luas," tuturnya.

Hujan dari awan cumulonimbus dengan cakupan yang tidak luas, katanya apabila menghasilkan hujan lebat, maka akan ditemukan hujan dengan intensitas ringan atau ditandai dengan butiran lebih kecil di satu sisi hujan dengan intensitas yang lebat. 

"Kondisi tersebut tidak ditemukan pada video yang beredar karena hujan yang jatuh pada area cakupan sempit dan intensitas lebat atau tidak ada satupun sisi yang menunjukkan intensitas hujan ringan," ucap Akhmad.

Di samping itu, awan cumulonimbus yang membawa partikel pembentuk hujan, pada umumnya bergerak terbawa angin seperti awan lainnya, sehingga sangat jarang terjadi pada titik lokasi yang sama dan pada waktu lama. Terutama apabula diameter awan cukup kecil maka akan sangat jelas terlihat pergerakan awan dan hujannya. 

"Ketika terjadi hujan yang sifatnya sangat lokal, dapat dipastikan ada angin dan tutupan awan yang tidak merata. Awan cumulus penyebab hujan lokal sulit terbentuk di kondisi setelah hujan seperti kejadian yang viral saat ini," ungkapnya.

Sebelumnya, netizen dihebohkan dengan fenomena sebuah mobil yang dijatuhi air hujan di tengah puluhan mobil lainnya yang diparkirkam di sebuah hotel kawasan Jababeka, Cikarang, Minggu (31/10/2021) lalu.

Video berdurasi 37 detik itu diunggah oleh akun TikTok @Uryanriana yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari fraksi PKS.

Terlihat bahwa hanya sebuah mobil yang diguyur hujan di area parkiran tersebur. Sedangkan mobil lainnya yang diparkirkan di dekat mobil itu, sama sekali tak diguyur air hujan.

Diketahui bahwa mobil bermerk Toyota Avanza tersebut ternyata merupakan milik Anggota DPRD Komisi III Kabupaten Bekasi Saiful Islam, yang kala itu menghadiri kegiatan pelantikan Satgas Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi. (abs)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved