Berita Video
VIDEO Melihat Kampung Cacing di Tanah Gocap Karawaci Tangerang
"Dulu ini perkebunan, orang mengenalnya tanah Gocap Karawaci. Awalnya orang-orang mencari makanan ikan kesini,"
Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Ahmad Sabran
WARTAKOTALIVE.COM, KOTA TANGERANG- Di pinggiran sungai Cisadane terdapat salah satu tempat yang dihuni oleh warga bermata pencaharian mencari cacing sutra.
Tepatnya di KP Amat Bin Kaiyan,RT 04, RW 03, Kel.Karawaci, Kec.Karawaci, Kota Tangerang.
Orang-orang menyebutnya sebagai kampung cacing.
Mayoritas pengguni kampung cacing adalah warga pendatang dari luar Kota Tangerang, seperti dari Lampung, Indramayu, hingga Brebes yang menggantungkan hidupnya lewat berkah sungai Cisadane.
Nama kampung cacing sendiri mulai populer sejak era 2003'an.
Hal ini disebutkan oleh beberapa warga yang tinggal di wilayah tersebut saat ditemui oleh Warta Kota baru-baru ini.
"Dulu ini perkebunan, orang mengenalnya tanah Gocap Karawaci. Awalnya orang-orang mencari makanan ikan kesini, khususnya orang-orang Cina yang melihara ikan, karena disini banyak tersedia cacing. Kemudian semakin banyak, akhirnya orang-orang memanggil tempat ini sebagai kampung cacing, dimana orang-orang yang tinggal disini adalah pencari cacing sutra," ujar Suryana salah satu warga yang telah menetap sejak tahun 1999.
Dikenal sebagai kampung cacing, Suryana menyebut dirinya tidak merasa aneh atau risih.
Justru dirinya bangga karena nama kampung cacing dikenal oleh banyak orang, sehingga bagi orang-orang peternak ikan dapat langsung datang ke lokasi mereka untuk membeli pakan ikan berupa cacing sutra.
Hal senada juga diutarakan oleh Dori, warga lainnya yang tinggal di lokasi yang sama.
"Memang yang tinggal disini adalah pencari cacing, jadi nama orang-orang menyebutnya nama kampung cacing. Itu tahun 2000-an lah. Di Tangerang itu, kampung cacing cuman ada satu-satunya disini," tambah pria kelahiran Lampung ini.
Dori sendiri tinggal di kampung cacing sejak tahun 2004 dan bekerja sebagai pencari cacing, hingga saat ini telah punya usaha sendiri.
Bagi Dori, nama kampung cacing memang berbeda dengan nama kampung pada umumnya.
Meski terkesan menggelikan dan sedikit aneh, namun Dori tidak mempermasalahkan orang-orang menyebut lokasi kediaman mereka sebagai kampung cacing.
"Justru bangga dengan nama kampung cacing. Ini bisa jadi ikon Kota Tangerang. Satu satunya kampung cacing," tambahnya.
Tak jauh berbeda dengan Suryana dan Dori, Suhendra alias Jun, juga bangga tinggal di kampung cacing.
Dirinya tidak sedikit pun risih meski tempat mereka saat ini justru dikenal dengan nama hewan yang tinggal di dalam tanah (kampung cacing).
"Banggalah. Karena memang disini juga semuanya bermata pencaharian sebagai pencari cacing sutra. Dan nama kampung cacing itu muncul karena orang-orang disini memang kerjanya mencari cacing," sambungnya.
Adapun diketahui, jumlah KK yang tinggal di kampung cacing tidak lebih dari 100 kepala keluarga. (m21)