Tanggul Perumahan Bumi Nasio Indah Bekasi Jebol, Pemukiman Warga Terendam Banjir 

Tanggul penahan aliran Kali Cakung di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Kota Bekasi Jebol, Senin (1/11/2021) malam

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi banjir. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Tanggul penahan aliran Kali Cakung di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Kota Bekasi Jebol, Senin (1/11/2021) malam kemarin. Akibatnya air masuk ke pemukiman warga.

Seorang warga yang juga istri dari Ketua RW 15 Perumahan Bumi Nasio, Yani mengatakan tanggul tersebut jebol pasca hujan yang menguyur Kota Bekasi sejak sore kemarin. Penyebabnya karena kemungkinan tak bisa menahan debit air yang meluap dan membuat tanggul tersebut jebol.

"Maghrib ya, karena pertama ujan itu airnya hitam. Airnya hitam itu kan biasanya dari got ya. Terus menjelang jam 5 itu airnya jadi cokelat gitu. Nah warga bingung tuh," kata Yani, Selasa (2/11/2021).

Rupanya air berwarna cokelat yang mengenangi wilayahnya itu karena adanya tanggul yang jebol. Dimana panjang tanggul yang jebol sepanjang 20 meter dengan ketinggian 10 meter. Kendati demikian ia menyebut dampaknya tidak begitu parah.

Meski dampaknya tidak begitu parah, Yani menyebut beberapa warga yang rumahnya tidak dua lantai atau tingkat, memilih untuk mengungsi. Mereja was-wasa air masuk ke dalam rumah.

Namun pada Selasa (2/11) sore, kata Yani, banjir sudah surut dan beberapa warga pun sudah kembali beraktivitas seperti biasa.

"Ngak semua ngungsi semalam. Mungkin baru 30 persen aja yang ngungsi. Sekarang mah kalo di saya udah surut," katanya.

Sementara itu, Camat Jatiasih, Mariana mengatakan bahwa Perumahan Bumi Nasio Indah Bekasi sebelum tanggul jebol sudah sempat banjir. Hanya saja banjir yang terjadi berasal dari saluran air. Ketika tanggul jebol membuat debit air makin tinggi.

"Banjir tapi dari saluran itu. Makanya tingginya air itu akibat jebolnya itu (tanggul), jadikan yang harusnya normal saluran masuk ke sana, ada juga limpasan," katanya.

Mariana mengatakan sejak semalam sudah dilakukan penyedotan agar limpahan air di pemukiman bisa segera surut. Mariana menyebut jika pagi tadi ketinggian air berkisar 20 sampai 30 centimeter.

"Ya ini masih terus di pompa dari kemarin dari Balai Besar. Sudah siapkan pompa. Untuk menyedot air di pemukiman," ucapnya. (JOS)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved