Breaking News:

ICFBE 2021: Perusahaan Keluarga Masih Mendominasi Perekonomian Dunia

Rata-rata perusahaan keluarga mampu membukukan pendapatan US$1 miliar (atau sekitar Rp14,5 triliun jika memakai kurs saat ini).

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Pembukaan acara International Conference on Family Business and Entrepreneurship (ICFBE) 2021 yang digelar di Bali. 

WARTAKOTALIVE.COM, BALI — Perusahaan keluarga masih memegang peranan penting dalam perekonomian dunia. Bahkan, maraknya startup di berbagai negara, banyak ditopang oleh perusahaan keluarga di awal-awal perkembangannya.

Demikian salah satu pernyataan yang mengemuka dalam International Conference on Family Business and Entrepreneurship (ICFBE) 2021 yang digelar di Bali, pekan terakhir Oktober 2021 lalu.

Penyelenggaraan ICFBE 2021 ini memasuki tahun ke-5, diawali tahun 2017, dan terus berlanjut setiap tahunnya. Selama tiga tahun pertama ICFBE diselenggarakan secara offline. Pada 2020, akibat pandemi Covid-19, ICFBE dilakukan secara online. Pada tahun 2021, konferensi internasional ini dilakukan secara hybrid.

Sebagian kecil panitia menempati lokasi di Hotel Grand Inna Kuta di Badung, Denpasar, Bali, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mereka harus sudah divaksin, menjalani tes PCR dan menerapkan 3M. Sementara, ratusan peserta dan pembicara lainnya hadir secara online.

IFCBE, yang merupakan ajang berbagi pengetahuan dan hasil riset tentang perusahaan keluarga ini melibatkan peserta dan pembicara dari kalangan pemerintahan, akademisi, dan dunia bisnis.

Mereka diantaranya, Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, MM;  Prof. Ki-Chan Kim, Professor of Management Catholic University of Korea; Prof. Ruth Rentschler, Professor Art & Cultural Leadership dari University of South Australia; Dr. Hariyadi Sukamdani, Chairman Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI); Dr. Edhijanto W. Taufik, founder PT Mandaya Sehat; serta Servatius Bambang P, pemilik PT Kutus Kutus Herbal.

Pada penyelenggaraan ICFBE 2021 ini, President University (PresUniv) kembali berkolaborasi dengan Universitas Dhyana Pura, Bali, dan Indonesia Strategic Management Society (ISMS).

“Melalui ICFBE 2021, saya berharap kita dapat saling bertukar informasi, berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta hasil riset tentang bagaimana perusahaan-perusahaan keluarga dapat bertahan dan memulihkan dirinya dari ancaman pandemi Covid-19,” ungkap Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto, Rektor PresUniv, dalam pernyataan resminya, Senin (1/11/2021).

Dalam paparannya, Jony Haryanto mengutip riset McKinsey (2014) yang menyebut pentingnya peran perusahaan keluarga dalam perekonomian dunia.  

Menurut McKinsey, 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara di dunia ternyata berasal dari perusahaan keluarga. Lalu, dari seluruh perusahaan yang ada di dunia, 60 persen-nya masih dimiliki oleh keluarga.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved