Pengaturan Skor

Selidiki Kasus Pengaturan Skor, Yunus Nusi Tegaskan PSSI Panggil Perserang pada Rabu (10/10/2021)

Federasi sepak bola Indonesia, PSSI, terus menyelidiki kasus pengaturan skor yang dilakukan oleh lima pemain Perserang.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
pssi.org
Sekjen PSSI, Yunus Nusi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Federasi sepak bola Indonesia, PSSI, terus menyelidiki kasus pengaturan skor yang dilakukan oleh lima pemain Perserang.

Kini, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima bukti-bukti atas kasus dugaan pengaturan skor tersebut.

Bukti tersebut pun akan diproses oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Baca juga: Akhmad Hadian Lukita: Klub Lawan Main Perserang Kemungkinan Bakal Turut Diselidiki

Baca juga: Gagal Melaju ke Putaran Final Piala Asia U-23, Yunus Nusi Tetap Yakin Dengan Kualitas Asnawi Dkk

Baca juga: Klub Liga 2 Perserang Serang Telah Melunasi Tunggakan Gaji 27 Pemainnya Sebesar Rp 220,65 Juta

Terdekat, PSSI bakal memanggil Manajer Perserang, Babay Karnawi untuk dimintai keterangannya.

Sebelumnya, Babay Karnawi telah memecat lima pemainnya dan satu pelatih yang diduga terlibat pengaturan skor saat timnya menghadapi RANS Cilegon FC, Persekat Tegal, dan Badak Lampung.

Selain itu, Babay Karnawi juga melaporkan masalah ini kepada PSSI dan PT LIB.

"(Bukti) sudah di kami. Hari ini, saya sudah menandatangani surat untuk mengundang dan sekaligus memanggil manajemen Perserang yang buat pengaduan dan sekaligus pemain yang menurut Perserang melakukan pengaturan skor,” kata Yunus Nusi saat ditemui di acara launching Serpong City FC, Jumat (29/10/2021)

"Bukti – bukti sudah kami serahkan ke Komdis dan nanti akan dipanggil yang pertama melaporkan. In Shaa Allah tanggal 10 dari manajemen Perserang bisa datang ke PSSI untuk melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Yunus Nusi menjelaskan kasus ini juga mendapatkan perhatian dari Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Bahkan dikatakan Yunus Nusi, Ketum PSSI ingin masalah ini benar-benar ditangani karena telah mencoreng sepakbola Indonesia.

“Buktinya itu hanya chat saja. Kami serahkan ke Komdis. Kami juga tidak bisa sampaikan terus terang di sini. Nanti kami lihat saja apa yang dilakukan Komdis,” ujar Yunus Nusi.

“In Shaa Allah secepatnya, karena ketua umum meminta kami untuk prioritas karena ini sudah mencoreng sepak bola kita,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved