Info BPJS Kesehatan

Dimas Pilih JKN-KIS Sebagai Jaminan Kesehatan Dirinya

Dimas menganggap iuran JKN-KIS yang dia bayarkan sebagai bentuk gotong royong dan bersedekah, meskipun ia terbilang jarang memanfaatkan program ini.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. BPJS Kesehatan
Dimas Wahyu Dwietno (33), peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA — Memiliki jaminan kesehatan dirasa sangat penting untuk melindungi masyarakat merasakan risiko mengeluarkan biaya yang sangat besar saat menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan. 

Seseorang yang sudah terlindungi jaminan kesehatan tidak perlu khawatir memikirkan biaya ketika ia harus mendapatkan pelayanan kesehatan.

Begitu juga yang dikatakan Dimas Wahyu Dwietno (33). Dimas merasa sangat beruntung karena sejak lahir ia sudah memiliki jaminan kesehatan.

“Orang tua saya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena itu sejak lahir saya sudah memiliki jaminan kesehatan yang dikelola PT Askes (Persero). Sekarang, sejak tahun 2014 lalu, PT Askes (Persero) bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan dan tidak hanya mengelola jaminan kesehatan bagi PNS, tapi bagi ratusan juta penduduk Indonesia. Sungguh tugas yang luar biasa,” ujar Dimas saat ditemui, beberapa waktu lalu.

Dimas saat ini terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Baca juga: BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa Adakan Rekredensialing Secara Virtual

Ia mengaku gajinya dipotong untuk membayar iuran JKN-KIS, meskipun ia terbilang jarang memanfaatkan program ini.

Ia menegaskan hal tersebut tidak masalah baginya karena ia menganggap iuran yang dia bayarkan sebagai bentuk gotong royong dan bersedekah.

“Saya pernah menggunakan kartu saya untuk berobat gigi di klinik tempat saya terdaftar. Pelayanannya sangat baik. Tidak ada perbedaan pelayanan dengan pasien umum. Saya juga tidak mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan. Selain itu, tidak ada juga biaya yang harus saya keluarkan setelah berobat. Semua itu berkat Program JKN-KIS,” kenangnya.

Baca juga: BPJS Kesehatan Apresiasi Peran KPPN Tangerang dalam Penyelenggaraan JKN-KIS

Bapak dari dua anak ini memiliki harapan agar Program JKN-KIS terus berlanjut. Menurutnya, di luar sana banyak orang yang tidak seberuntung dirinya yang memiliki pekerjaan dan upah tetap untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

Mereka yang tidak memiliki biaya berobat harus berpikir beribu-ribu kali untuk berkunjung ke dokter agar sembuh.

Karena ketika mereka menggunakan uang yang dimiliki untuk biaya berobat, maka ada kebutuhan sehari-hari yang harus mereka korbankan.

“Adanya Program JKN-KIS ini dapat membantu meringankan biaya saat terkena sakit, baik itu rawat jalan maupun rawat inap. Orang-orang yang sakit tersebut bisa fokus untuk penyembuhan karena tidak lagi memikirkan biaya perawatan. Karena itu, bagi masyarakat yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS, segeralah mendaftar dan bayarlah iuran tepat waktu. Mari kita bantu negara kita untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved