Breaking News:

Pembunuhan

Gara-gara Sakit Hati Pria Ini Bunuh Pamannya Bos Parkir Ilegal Gunakan Pembunuh Bayaran

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana yang korban dan otak pelakunya merupakan sama-sama bos preman parkir ilegal di Metland Cileungsi

Istimewa
Kasus pembunuhan berencana yang korban dan otak pelakunya merupakan sama-sama bos preman parkir ilegal di Metland Cileungsi, Kabupaten Bogor berhasil diungkap Polres Bogor. Foto ilustrasi: Pembunuhan. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG -- Akibat gelap mata karena dipicu masalah uang, seorang keponakan tega menghabisi nyawa pamannya sendiri hingga meregang nyawa.

Peristiwa miris itu berhasil diungkap oleh Polres Bogor, Polda Jawa Barat.

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana yang korban dan otak pelakunya merupakan sama-sama bos preman parkir ilegal di Metland Cileungsi, Kabupaten Bogor.

"Tersangka AH ini sakit hati karena korban P alias G yang nerupakan pamannya sendiri mengambil alih setoran parkir di sekitaran Metland Cileungsi. Kemudian AH berencana membunuh korban sejak setahun lalu," ungkap Kapolres Bogor AKBP Harun saat konferensi pers di Mapolres Bogor, Cibinong, Bogor, Jumat (29/10/2021).

Semula, tersangka AH bisa mengantongi setoran Rp110 juta dari 18 preman parkir dalam kurun satu bulan.

Tapi, sejak korban P ikut menarik setoran, pendapatan AH berkurang 30 persen atau Rp 33 juta.

Baca juga: Jauh dari Tuntutan, Tiga Anak Buah John Kei Hanya Divonis 13 Tahun Penjara Atas Pembunuhan Berencana

Baca juga: TOK! Dua Anak Buah John Kei Divonis 13 dan 14 Tahun Penjara, Terbukti Terlibat Pembunuhan Berencana

Hal tersebut yang melatarbelakangi pembunuhan terhadap P.

Kemudian, untuk menghabisi nyawa pamannya itu, AH menggunakan jasa dua orang pembunuh bayaran berinisial ND dan DA dengan bayaran masing-masing Rp5 juta.

Namun, usai melaksanakan tugasnya pada 17 Oktober 2021, ND dan DA baru menerima bayaran Rp1 juta dari AH, sebelum akhirnya ditangkap anggota kepolisian Resor Bogor.

“Kedua eksekutor sempat melarikam diri. ND kami tangkap di Sumedang dan DA kami tangkap di kawasan Majalengka,” kata Harun.

Baca juga: Kriminolog UGM Katakan Wanita Pengirim Sate Beracun untuk Polisi Masuk Dalam Pembunuhan Berencana

Ketiga tersangka, dijerat dengan Pasal 340 dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

“Karena ini pembunuhan berencana dan sudah direncanakan sejak setahun lalu,” tuturnya. (Antaranews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved