Breaking News:

Berita Nasional

Tujuh Tahun Menuju Indonesia Bebas Senyawa Berbahaya PCBs, KLHK dan UNIDO Gelar Diseminasi

Tujuh Tahun Menuju Indonesia Bebas Senyawa Berbahaya PCBs, KLHK & UNIDO Gelar Diseminasi. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Diseminasi Peraturan Menteri LHK No 29 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Polychlorinated Biphenyls (PCBs) yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) secara virtual pada Selasa (26/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menaruh perhatian serius terhadap bahaya Polychlorinated Biphenyls (PCBs).

Dimulai sejak tahun 2001, pemerintah Indonesia telah menjalankan rangkaian kebijakan pengelolaan PCBs berdasarkan pada Konvensi Stockholm yang menjadi salah satu rujukan masyarakat dunia dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Guna memberikan pemahaman mendalam atas peraturan terbaru, Kementerian LHK berkolaborasi United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menggelar rangkaian kegiatan 'Diseminasi Peraturan Menteri LHK No 29 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Polychlorinated Biphenyls (PCBs)'.

Kegiatan diseminasi ini diadakan secara daring pada tanggal 26 Oktober 2021-18 November 2021.

Pemerintah Indonesia telah menerbitkan 3 Undang-Undang, 2 Peraturan Pemerintah, dan 3 Peraturan Menteri LHK / Permen LHK untuk mengatur pengelolaan limbah PCBs.

Permen LHK yang khusus mengatur tentang PCBs adalah Permen LHK Nomor 29 Tahun 2020, yang secara eksplisit mewajibkan para pelaku industri selaku pemilik PCBs untuk melakukan pengelolaan PCBs.

Polychlorinated Biphenyls (PCBs) dikenal sebagai senyawa beracun dan berbahaya serta merupakan salah satu jenis bahan pencemar organik persisten yang tidak dapat terurai secara alami di lingkungan.

Baca juga: KLHK Raih Anugerah KIP sebagai Badan Publik Informatif untuk Ketiga Kalinya

Baca juga: KLHK Memberi Provinsi Jawa Tengah Penghargaan Piagam Apresiasi Pembina Kampung Proklim 2021

Senyawa PCBs juga dapat terakumulasi dalam jaringan lemak organisme hidup termasuk manusia, dan ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dalam rantai makanan.

Sehingga menjadi sangat berbahaya bila terkonsumsi oleh manusia karena dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif pada manusia.

Namun sayangnya, keberadaan PCBs di lingkungan hanya bisa terdeteksi melalui prosedur dan uji laboratorium dengan spesifikasi khusus.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved