Breaking News:

Ribuan Demonstran Desak Jokowi Periksa Luhut Binsar Pandjaitan dan Airlangga Hartarto

Orator menduga, yang disampaikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan dan Erlangga Hartanto soal gelombang ketiga Covid-19 adalah kebohongan.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Miftahul Munir
Demonstran Desak Jokowi Periksa Luhut Pandjaitan dan Airlangga Hartarto 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ribuan mahasiswa dan buruh menggelar aksi unjuk rasa mengevaluasi kinerja Presiden Jokowi di Patung Kuda, Monas, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/20210.

Salah satu desakan yang dikumandangkan orator dari salah satu mobil komando adalah meminta Presiden Joko Widodo untuk memeriksa Luhut Binsar Pandjaitan dan Airlangga Hartarto, dimana keduanya sebagai pimpinan pelaksana dan Ketua PPKM Jawa Bali serta luar Jawa Bali.

Orator menduga, apa yang disampaikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan dan Airlangga Hartatto soal gelombang ketiga Covid-19 adalah kebohongan.

Sebab, ia menduga akan ada gelombang korupsi pada bulan April 2021 mendatang. "Bukan pandemi yang gelombang ketiga, tapi korupsi yang menjadi gelombang ketiga," tuturnya Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Ribuan Mahasiswa dan Buruh Geruduk Istana, Desak Jokowi Pastikan Tak Ada PHK Sepihak

Baca juga: Mahasiswa Demo Jokowi di Monas, Ribuan Personel TNI-Polri Siaga

Ia juga menuntut untuk Jokowi tidak berlakukan tes PCR kepada masyarakat yang tidak mampu untuk membayar.

Karena PCR itu jika diartikan olehnya adalah 'Pasti Cari Uang' dan untuk itu berapa pun biayanya agar tidak diberlakukan kepada masyarakat.

"PCR itu membebani masyarakat kecil, PCR itu Pasti Cari Uang," jelasnya.

Sebelumnya, Ribuan orang dari buruh dan mahasiswa menyampaikan aspirasinya di depan patung kuda, Monas, Jakarta Pusat pada Kamis (28/10/2021) siang.

Baca juga: Ada Demo Jokowi di Kawasan Patung Kuda, Transjakarta Rekayasa Semua Koridor Bus yang Lintasi Monas

Mahasiswa dari BEM UI melakukan unjuk rasa di sisi depan pintu monas Patung Kuda.

Sementara itu, buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Rakyat (Gebrak) menyampaikan pendapat diseberang mahasiswa.

Salah satu peserta aksi dari buruh Arga mengaku meminta agar UU Cipta Kerja dibatalkan agar buruh tetap bekerja.

"Selama ini masih banyak buruh yang diputus kerja oleh perusahan-perusahaan," jelas dia.(m26)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved