Breaking News:

Gagal Jadi Juara Umum PON XX Papua, Persiapan yang Minim Jadi Salah Satu Faktor

Berdasarkan evaluasinya, kontingen PON DKI Jakarta cukup minim persiapan. Hal ini disebabkan karena adanya dualisme pengurus KONI DKI Jakarta

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Kontingen PON DKI Jakarta Hidayat Humaid mengatakan seluruh tim dari DKI Jakarta bisa kembali dengan kepala tegak meski tidak menjadi juara umum PON XX Papua.

Dia memastikan, seluruh atlet DKI Jakarta sudah mengerahkan segenap tenaga dan pikiran di lapangan maupun di luar lapangan.

“Saya bangga dengan hasil yang dicapai kontingen DKI Jakarta. Memang banyak dinamika yang terjadi di lapangan, namun itu bisa menjadi catatan bagi kami semua, bukan hanya kontingen DKI Jakarta,” ujar Hidayat.

Berdasarkan evaluasinya, kontingen PON DKI Jakarta cukup minim persiapan. Hal ini disebabkan karena adanya dualisme pengurus KONI DKI Jakarta usai perhelatan PON XIX Jawa Barat pada 2016 lalu.

"Jadi, persiapan PON kali ini paling singkat yang dilakukan DKI Jakarta. Biasanya, begitu selesai PON, tahun berikutnya langsung pelatda. Tapi, PON 2021 ini hanya persiapan dua tahun. Mulai 2018 karena sebelumnya ada dualisme pengurus,” ungkapnya.

Akibat adanya dualisme pengurus KONI DKI Jakarta waktu itu, ungkap Hidayat, berimbas pada terkendalanya dana hibah dari APBD DKI Jakarta. Dampaknya, pembinaan atlet KONI DKI Jakarta menjadi molor.

Baca juga: UI Terus Komitmen Jadi Kampus Bertaraf Internasional, Prestasi Dibuktikan Mahasiswa di PON XX Papua

“Kemudian tahun 2019, ada pembinaan lagi, dan ini tahunnya Pra PON, makanya target kami meloloskan sebanyak mungkin kepada PON. Targetnya lolos dulu semua ke PON. Alhamdulillah, semua pengprov lolos PON,” ungkapnya.

Tak hanya itu, melencengnya target KONI DKI Jakarta pada PON XX Papua karena ada faktor lain, yaitu pindahnya atlet potensial binaan KONI DKI Jakarta ke provinsi lain. Hal ini lantaran mereka tidak mendapatkan pembinaan akibat tertundanya dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta.

“Atlet potensial kita banyak pindah ke provinsi lain seperti Jatim, Jabar, Papua dan sebagian Jateng. Dari atlet yang pindah, mereka mendapatkan 19 medali emas. Contoh di tenis, sapu bersih 7 emas didapatkan Jatim, tapi sebetulnya itu atlet pindahan dari DKI,” jelasnya.

Sementara, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gagalnya kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) DKI Jakarta meraih juara umum pada PON XX di Papua 2021, beberapa waktu lalu.

Dalam ajang itu, kontingen PON DKI Jakarta hanya meraih peringkat kedua dengan perolehan 111 medali emas, 91 medali perak dan 100 medali perunggu.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan Pemprov DKI Jakarta karena tidak bisa mencapai target juara umum,” kata Ketua Umum KONI DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo saat jumpa pers di kantornya pada Kamis (28/10/2021).

Dalam kesempatan itu, Djamhuron juga menyampaikan terima kasihnya kepada Pemprov DKI Jakarta, satuan perangkat kerja daerah (SKPD) DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta dan stakholder lainnya yang memberikan dukungan penuh untuk kontingen PON DKI Jakarta. Dia mengaku bangga atas kerja keras para atlet DKI Jakarta yang telah berjuang dengan semangat tinggi.

“Hasil pencapaian kontingen DKI Jakarta pada PON XX Papua lebih baik ketimbang PON XIX Jawa Barat dengan menduduki peringkat 3 di bawah kontingen Jawa Barat dan Jawa Timur,” ujar Djamhuron.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved