Breaking News:

Bripka MN Tembak Mati Briptu KT, Pakar Psifor: Awalnya MN Adalah Korban, Marah Karena Sedih

Bripka MN menembak mati rekannya sesama polisi, Briptu KT. Dugaan penyebabnya, KT berselingkuh dengan istri MN.

Warta Kota/Ahmad Sabran
Pakar psikolog forensik, Reza Indragiri Amriel (nomor dua dari kiri) saat berdiskusi di Balai Wartawan Polda Metro Jaya, beberapa waktu lalu 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Bripka MN menembak mati rekannya sesama polisi, Briptu KT. Dugaan penyebabnya, KT berselingkuh dengan istri MN. Polisi akan menggunakan pasal 340 (pembunuhan berencana). Ancaman pidananya bisa mencapai hukuman mati. 

Aksi penembakan tersebut terjadi di pintu gerbang rumah yang dihuni korban, yakni di kawasan BTN Griya Pesona Madani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Pakar Psikologi Forensik (Psifor) Reza Indragiri Amriel mengatakan psikologi mempelajari perilaku dan proses mental manusia.

"Kalau sebatas meninjau perilakunya, maka Bripka MN boleh jadi memenuhi unsur pidana pembunuhan berencana. Tapi karena psikologi mengharuskan adanya cermatan terhadap proses mental, maka kondisi mental Bripka MN juga harus dibaca. Agar pertanyaan 'mengapa' bisa terjawab," kata Reza kepada Wartakotalive.com, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Sebut Penembakan Ustaz Diduga Pembunuhan Berencana, Reza Indragiri Amriel: Berarti Ada Dalangnya

Baca juga: Kasus Polisi Tembak Polisi di Depok, Terdakwa Minta Hakim Bebaskan Dirinya, Ini Alasannya

"Bayangkan MN menembak dengan amarah hebat. Amarah memang sepintas mempertontonkan kekuatan, penguasaan atas diri sasaran. Jadi, ketika Bripka MN menembak Briptu KT dengan kemurkaan menyala-nyala, tergambarlah Bripka MN sebagai sosok yang superior, perkasa," tambah Reza.

Tapi, kata Reza, Kübler-Ross Model mengingatkan bahwa amarah hanya satu dari satu rangkaian episode perasaan manusia. Alhasil, perlu dipahami episode-episode sebelum dan setelah amarahnya MN.

"Amarah, sebagai episode kesekian, pasti didahului episode pertama yakni kesedihan mendalam sekaligus keterkejutan luar biasa yang Bripka MN rasakan pasca mengetahui adanya hubungan terlarang antara istrinya dan TK," ujar Reza.

"Berlanjut ke episode kedua yakni pengingkaran. Pada episode ini, MN mencoba mengatasi kedukaannya dengan setumpuk pertanyaan atau pemikiran yang menolak kenyataan," lanjut Reza.

Baca juga: Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi, Ini Penjelasan Pakar Psikologi Forensik

Jika pengingkaran tidak berhasil meredakan kesedihan Bripka MN, menurut Reza, masuklah MN ke episode ketiga yakni amarah hebat. "Boleh jadi penembakan terhadap Briptu KT dilakukan Bripka MN ketika berada pada episode ketiga tersebut," katanya.

Andai amarah juga gagal menenangkan batin Bripka MN, kata Reza, maka sangat mungkin ia bergeser ke episode keempat yakni depresi. "Dan satu ujung depresi adalah--maaf--bunuh diri," kata Reza.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved