Breaking News:

Info BPJS Kesehatan

Berobat Jantung dan Autoimun, Putri Tidak Dipungut Biaya Karena JKN-KIS

Putri merasa bersyukur atas kehadiran Program JKN-KIS karena tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pengobatan jantungnya.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. BPJS Kesehatan
Berobat jantung dan autoimun, Putri Latifah (24) tidak dipungut biaya karena JKN-KIS. 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA — Usia muda identik dengan tubuh yang sehat dan bebas dari penyakit. Siapa sangka di balik tubuh Putri Latifah (24) yang tampak sehat, ternyata ia menderita penyakit jantung sedari kecil.

Setidaknya, satu bulan sekali, Putri harus berkunjung ke rumah sakit, seperti Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dan RSUD Kabupaten Tangerang, untuk memeriksakan kondisi dirinya. Hal ini ia lakukan agar ia dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

“Saya didiagnosis memiliki penyakit jantung ASD pada usia 3 bulan. Sampai dengan saat ini, saya masih harus kontrol ke dokter spesialis jantung setiap bulan untuk menjaga kestabilan kondisi jantung saya,” cerita Putri saat ditemui di kawasan Larangan, Kota Tangerang,  baru-baru ini.

“Efek dari penyakit jantung ini, saya mudah lelah dan sesak napas. Selain itu, saya juga memiliki riwayat penyakit autoimun. Jadi, selain perlu berobat untuk penyakit jantung, saya juga perlu berobat untuk penyakit autoimun,” imbuhnya.

Putri merasa bersyukur atas kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Berkat program JKN-KIS, perempuan kelahiran Tangerang ini tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengobatan jantungnya.

Setidaknya, Putri hanya perlu merogoh kocek untuk biaya transportasi ke fasilitas kesehatan. Putri juga dibantu oleh pemerintah daerah dalam pembayaran iuran karena ia merupakan peserta JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Bersyukur memiliki jaminan kesehatan ini. Jadi, saya sekali tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk iuran dan pengobatan. Apalagi, saya harus kontrol setiap bulan dengan biaya yang tidak murah kalau dibayarkan sendiri,” ungkap Putri.

“Oleh karena itu, saya merasa beruntung menjadi peserta JKN-KIS yang iurannya dibantu oleh pemerintah daerah. Jadi, saya hanya perlu mengeluarkan uang untuk transportasi dan saya bisa fokus dengan pengobatan saya,”sambungnya.

Putri mengatakan selama ia memanfaatkan JKN-KIS, ia tidak merasakan perbedaan sama sekali dengan pasien umum.

Pelayanan kesehatan yang ia dapatkan sangat baik. Mulai dari dokter, perawat, hingga petugas keamanan di fasilitas kesehatan yang ia kunjungi sangat ramah dan memberikan pelayanan yang terbaik.

Dari sisi obat-obatan pun, ia tidak mengalami kendala sama sekali selama ia berobat. Obat-obat yang dibutuhkannya selalu tersedia.

Mengingat Program JKN-KIS sangat penting bagi hidupnya, Putri berharap semoga program ini terus berjalan. Tentunya hal ini butuh dukungan dari pemerintah dan masyarakat.

Dukungan pemerintah bisa berupa pemberian bantuan iuran bagi masyarakat yang kurang mampu, sedangkan bentuk dukungan masyarakat, khususnya yang mampu, dapat mendaftarkan dirinya ke dalam Program JKN-KIS dan rutin membayar iuran setiap bulannya

“Menurut saya, bagi masyarakat yang membayar iuran sendiri ini ibaratnya seperti menabung. Kita tidak mengetahui kapan kita sakit. Ketika kita sakit dan butuh biaya berobat, kita sudah punya JKN-KIS yang membantu, di situ ada iuran kita dan dibantu pula melalui iuran peserta lainnya,” kata Putri.

“Jadi, segeralah mendaftar dan pilih kelas sesuai kemampuan finansial kita. Kelas itu tidak membedakan pelayanan kesehatan yang diberikan, pelayanannya sama baiknya, yang membedakan hanya kamar ketika kita rawat inap. Hanya itu saja. Jadi, ayo segera daftar bagi yang belum menjadi peserta JKN-KIS dan yang sudah terdaftar, jangan lupa membayar iurannya setiap bulan,” tutup Putri. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved