Breaking News:

Security RS Radjak

Tidak Terima Iwan Kurniawan Meninggal karena Diduga Dianiaya, Keluarga Geruduk Rumah Sakit Radjak

Sejumlah security Rumah Sakit Radjak, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, nyaris dihakimi keluarga pasien, Rabu (27/10/2021).

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota
Tidak terima Iwan Kurniawan meninggal, security Rumah Sakit Radjak nyaris diamuk keluarga pasien. 

WARTAKOTALIVE.COM, SENEN - Sejumlah security Rumah Sakit (RS) Radjak, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, nyaris dihakimi keluarga pasien, Rabu (27/10/2021).

Hal itu terjadi, karena diawali meninggalnya Iwan Kurniawan yang diduga akibat penganiayaan yang dilakukan security Rumah Sakit Radjak.

Keluarga Iwan tidak terima dengan perlakuan dari security yang melakukan penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia.

Usai dari pemakaman Iwan, mereka langsung menuju Rumah Sakit Radjak untuk melakukan balas dendam.

Baca juga: VIDEO Diduga Dianiaya Security RS Thamrin, Pria 40 Tahun Tewas dengan Luka di Kepala dan Kaki

Baca juga: Merasa Dikeroyok Security Bar Clique, Pengunjung Lapor Polisi, Awal Masalah Gegara Request Lagu

Baca juga: Ditemukan Adanya Kebocoran Data, Ekonom INDEF Minta Pemerintah Perkuat Digital Security System

Keluarga yang datang meminta kepada security rumah sakit untuk keluar dari halaman.

Salah seorang keluarga Iwan bernama Sumiyati berharap nyawa dibalas nyawa, karena nyawa Iwan tidak dapat dibeli dengan apapun.

"Dia disangka maling, tetapi barang bukti tidak ada dipukulin sampai matanya memar kepalanya pecah geger otak," kata Sumiyati.

Menurut Sumiyati, sudah ada enam security yang diamankan Polres Metro Jakarta Pusat diduga sebagai pelakunya.

"Kalau mau jelas datang saja ke Polres jam 13.00 WIB," ujar Sumiyati.

Menurut Sumiyati, keluarga yang datang ke RS tersebut karena tidak terima Iwan meninggal dunia.

"Habis dari kuburan mungkin hati pada panas ya pak," jelasnya.

Saat sedang wawancara datang seorang polisi yang meminta agar keluarga korban pulang karena kasus ini sedang ditangani polisi.

"Sudah balik aja balik," kata anggota polisi itu.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved