Breaking News:

Berita Jakarta

Masuk Sejak Pukul 3 Pagi dengan Jalur Monoton, Ariza Minta Transjakarta Evaluasi Jam Kerja Sopir

Masuk Sejak Pukul 3 Pagi dengan Jalur Monoton, Ariza Minta Transjakarta Evaluasi Jam Kerja Sopir. Berikut Selengkapnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/ Y
Wagub DKI Ahmad Riza Patria usai mengunjugi RSUD Kemayoran 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) agar mengevaluasi jam operasional bus.

Hal ini menyusul kecelakaan maut yang menewaskan dua orang di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur pada Senin (25/10/2021) pagi.

"Saya juga sudah minta Transjakarta supaya memastikan sopir diberi vitamin takutnya nanti ngantuk apalagi yang tugasnya pagi jam 3 sudah keluar. Itu harus diperhatikan nanti kami akan cari solusi terbaik," ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Selasa (26/10/2021) malam.

Menurutnya, kerja sopir bus seperti Transjakarta cukup berat, karena kerja mereka cenderung monoton, yaitu melintasi koridor yang sama terus menerus.

Selain itu, jalur mereka juga dinilai membosankan dengan trek yang lurus dan memiliki lintasan sendiri, sehingga sopir rawan kehilangan konsentrasi.

"Harus dipahami jadi sopir bus Transjakarta itu berat. Kenapa? karena dalam koridor yang sama, lurus, kiri dan kanan serta ada pembatas. Itu sangat membosankan, sangat menjenuhkan dan itu wajar lebih cepat ngantuk daripadi di jalan-jalan biasa," jelas Ariza.

Dia memastikan, bus Transjakarta yang menabrak bus lain di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur dalam keadaan laik jalan.

Sebab berdasarkan catatan, Operator Bus, yakni Bianglala Metropolitan  rutin melakukan perawatan armada.

Baca juga: Terkait Kecelakaan Bus Transjakarta, Polisi Bakal Memeriksa Keluarga Terdekat Sopir Berinisial J

Baca juga: Ditlantas Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Sopir Bus Transjakarta Terkena Serangan Jantung

"Sejauh ini tidak ada masalah kendaraan, ya kendaraan laik kan dievaluasi rutin dan diperbaiki," ucap mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Meski begitu, Ariza mengaku prihatin dengan seorang penumpang dan sopir Transjakarta yang meninggal dalam insiden ini.

Dia berharap, insiden ini menjadi pembelajaran bagi semua, terutama kepada para sopir agar lebih waspada dalam bekerja melayani penumpang.

"Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran yang baik bagi kita semua untuk hati-hati," imbuhnya.

Seperti diketahui, dua armada Transjakarta milik operator Bianglala Metropolitan dengan nomor body BMP 211 dan BMP 240 mengalami kecelakaan saat melintas di sekitar wilayah MT Haryono, Jakarta Timur.

Akibatnya, dua orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved