Breaking News:

Berita Nasional

Jadi Ancaman di Tengah Pandemi, Ekonom Universitas Indonesia Ungkap Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Jadi Ancaman di Tengah Pandemi, Ekonom Universitas Indonesia Ungkap Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
thinkstockphotos
Ilustrasi financial technology atau fintech 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Covid-19 yang mewabah Indonesia hampir dua tahun belakangan berdampak langsung terhadap perekonomian bangsa.

Di tengah keterpurukan ekonomi, pinjaman online ilegal menjadi salah satu ancaman ekonomi digital yang menghantui masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ekonom Universitas Indonesia (UI) sekaligus Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal Hastiadi dalam webinar yang digelar Rumah Milenial Indonesia pada Selasa (26/10/2021).

Dalam webinar bertajuk 'Potensi dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Digital di Tengah Pandemi Covid-19 Guna Pemulihan Ekonomi Nasional' itu turut hadir Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, M. Riza Damanik. 

Selanjutnya, Pakar Hukum sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap KADIN Indonesia, Dr. Finsensius Mendrofa.

Dalam paparannya, Finsensius Mendrofa mengungkapkan ancaman cyber terhadap sektor keuangan itu mencapai sebesar 19 persen.

Tercatat, ada sebanyak 68 juta nasabah yang berujung pada 19.711 pengaduan masyarakat terkait pinjaman online ilegal.

Terkait hal tersebut, Finsensius memberikan tips kepada masyarakat untuk mengenali ciri-ciri pinjaman online ilegal.

Di antaranya tidak terdaftar atau tidak berizin dari OJK, penawaran menggunakan SMS atau WA.

Selain itu, bunga dan denda tinggi per hari, biaya tambahan lainnya tinggi bisa mencapai 40 persen dari nilai pinjaman, meminta akses data pribadi dan melakukan penagihan tidak beretika berupa teror, intimidasi, dan pelecehan

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved