Breaking News:

PPKM

IPI Minta Pemerintah Cabut Aturan Wajib Tes PCR bagi Penumpang Transportasi Udara

IPI ingin agar aturan wajib swab tes PCR bagi pengguna jasa transportasi udara dicabut atau setidaknya aturan tersebut direvisi.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Ramadhan LQ
Ikatan Pilot Indonesia (IPI) saat konferensi pers di Klub Eksekutif Persada, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (26/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ikatan Pilot Indonesia (IPI) meminta pemerintah meninjau kembali SE Kemenhub 88/2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi udara pada masa pandemi Covid-19.

Ketua IPI Iwan Setyawan mengatakan, pihaknya ingin agar aturan wajib swab tes Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi pengguna jasa transportasi udara dicabut atau setidaknya aturan tersebut direvisi.

"Mengenai persyaratan tes PCR bagi penumpang pesawat udara, kami Ikatan Pilot Indonesia mengimbau untuk dapat dilakukan peninjauan kembali aturan tersebut," ujar Iwan saat konferensi pers di Klub Eksekutif Persada, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (26/10/2021).

Video: Calon Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Kelimpungan dengan Aturan Baru Syarat Terbang

Iwan mengatakan, IPI mengharapkan adanya kebijakan yang lebih meringankan persyaratan penumpang pesawat udara.

Hal itu dengan cara menjadikan tes antigen sebagai syarat untuk melakukan perjalanan, sebagaimana moda transportasi lainnya.

"WHO, IATA, ICAO menyatakan bahwa tes antigen memiliki akurasi yang baik, lebih murah, dan cepat memberikan hasil, sehingga direkomendasikan untuk digunakan sebagai alat tes," katanya.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Harga Tes PCR Diturunkan Jadi Rp 300 Ribu, Wamenkes: Masuk Akal

Baca juga: Minta Harga Tes PCR Diturunkan Jadi Rp 150 Ribu, PHRI: Itu Sudah Untung

Iwan melanjutkan, pesawat komersial dilengkapi HEPA sebagai filter terhadap virus.

Sehingga menurut IPI, transportasi udara semestinya mendapatkan prioritas untuk diutamakan pemulihannya.

"Penelitian juga menunjukkan bahwa rasio penularan di dalam pesawat udara sangat rendah," tutur Iwan.

Untuk itu, perlu juga didukung penerapan protokol kesehatan ketat di bandara dan telah divaksin, baik seluruh pekerja maupun penumpang transportasi udara.

Baca juga: Epidemiolog Berharap Pemerintah Bisa Tekan Harga Tes PCR Sampai Dekati Batas Atas Tarif Antigen

Maka, transportasi udara sangat aman dan mendukung pencegahan penularan coronavirus disease atau Covid-19.

Atas dampak dari aturan yang dikeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 dan 54 tahun 2021 tanggal 18 Oktober 2021 untuk diberlakukan tanggal 19 Oktober, Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 21 tahun 2021 untuk diberlakukan tanggal 21 Oktober 2021, dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan SE 88 tahun 2021 tanggal 21 Oktober 2021 untuk diberlakukan tanggal 24 Oktober 2021, IPI meminta kementerian dan pihak-pihak terkait untuk dapat dilakukan peninjauan kembali.

"Jadi saya harap bisa mendapatkan perhatian, bukan karena kita merasa lebih prioritas dari yang lain, tapi sebagai perkumpulan pilot kami perlu menyampaikan bahwa kondisinya sudah sangat memprihatikan," kata Iwan. (M31)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved