Breaking News:

Asosiasi Pilot Garuda Tolak Syarat Penerbangan Wajib PCR

Asosiasi Pilot Garuda (APG) menyatakan sikap terkait aturan baru dari pemerintah dalam syarat penerbangan

Warta Kota/Andika Panduwinata
Antrean calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta terlihat cukup panjang di konter Garuda dan Citilink. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Asosiasi Pilot Garuda (APG) menyatakan sikap terkait aturan baru dari pemerintah dalam syarat penerbangan. Mereka menolak keras syarat penerbangan yang wajib menyertakan hasil tes PCR.

Syarat itu diterapkan berdasarkan lnstruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease di Wilayah Jawa dan Bali.

Lalu Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi.

Serta SE Kementrian Perhubungan Nomor 88 tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19 terutama point 5.a.1.d.1 yang mengatur tentang penumpang pesawat melakukan perjalanan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan hasil tes Negatif Covid-19 dengan metode RT-PCR dalam kurun waktu 2 x 24 jam.

"Kami dari Asosiasi Pilot Garuda menyatakan keberatan dengan SE tersebut. Kami mengapresiasi pencapaian pemerintah yang berhasil menekan angka penularan Covid-19 dan sangat mendukung upaya pemerintah dalam menangani pandemi dengan adanya program vaksinasi dari penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) terutama terhadap pelaku perjalanan dalam negeri," ujar Plt Presiden APG, Capt Donny Kusmamagri dalam keterangannya kepada Warta Kota, Selasa (26/10/2021).

Penerapan aturan tersebut katanya sangat disayangkan mengingat pemulihan ekonomi dari sektor transportasi udara dan pariwisata dalam dua bulan terakhir sudah menunjukkan proses membaik yang cukup signifikan.

"Ketika aturan persyaratan perjalanan moda transportasi udara diperketat kembali dengan aturan ini, akan kembali memberatkan calon penumpang. Dan berdampak langsung kepada berkurangnya tingkat keterisian pesawat yang pada akhirnya memukul sektor pariwisata," ucapnya.

Ia menjelaskan teknologi pesawat juga dilengkapi dengan HEPA filter yang berfungsi mencegah penularan virus di dalam pesawat. Berdasarkan penelitian dari berbagai pihak menunjukkan angka penularan Covid-19 di pesawat sangat kecil dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

"Prokes yang ketat serta persyaratan vaksinasi yang diterapkan baik bagi awak pesawat maupun penumpang, sudah cukup," kata Donny.

Mengingat dampak dari aturan tersebut terhadap industri penerbangan dan pariwisata, APG kata Donny berharap agar Kementrian dan pihak-pihak terkait melakukan peninjauan kembali persyaratan wajib PCR, dengan tetap memperhatikan kondisi perkembangan penanganan pandemi di lndonesia.

"Semoga Kementerian dan pihak-pihak terkait dapat menerima masukan ini," ungkap Donny. (dik)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved