Breaking News:

Pinjaman Online Ilegal di Instagram Meresahkan Warga, Polisi Gerebek Kantornya di Rumah Kos

Polisi menggerebek kantor pinjaman online ilegal yang menggaet korbannya lewat media sosial dan meresahkan.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/ Miftahul Munir
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis menjelaskan pihaknya melakukan penggerebekan pinjol ilegal yang berkantor di tempat kos, Senin malam 

WARTAKOTALIVE.COM, CENGKARENG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus pinjaman online ilegal di sebuah kost-kostan di Komplek Depag RT12/03, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat pada Senin (25/10/2021) malam.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis menjelaskan, ketika sejumlah kantor pinjol diungkap aparat Kepolisian, pinjol yang digrebek hari ini beralih ke kost-kostan.

Pemilik kendaraan menyewa dua kamar kostan untuk dijadikan sebagai kantor sementara pinjaman online.

Baca juga: Ungkap Lima Perusahaan Pinjaman Online Ilegal, Polisi Kini Buru Pemilik Modal

"Dalam dua kamar ini ada empat aplikasi pinjaman online ilegal, ada empat orang yang kita amankan dan kita bawa ke kantor dan kemudian akan kita lakukan proses penyidikan," kata dia.

Menurut dia, pengungkapan ini merupakan laporan dari masyarakat yang melapor ke Instagram dan setelah diselidiki ternyata ada di kawasan Cengkareng.

Para korban kata dia, meminjam uang sebesar Rp, 1 juta dan harus membayar sekira Rp, 2 juta.

Baca juga: Ungkap Kasus Pinjaman Online Ilegal, Polisi Tangkap 13 Tersangka, Termasuk Seorang Direktur

Bahkan, bunganya sampai ada yang sampai Rp, 20 juta dan ini membuat para korban merasa resah.

Terlebih data diri korban di telepon seluler di curi oleh para pinjaman online dan diancam keselamatannya.

"Makanya dia melakukan laporan pada kami dan kami menindaklanjuti laporan tersebut dan malam ini kita berhasil lakukan penindakan di sebuah kost-kostan di daerah Cengkareng," ucapnya.

Korban yang belum membayar selama tujuh hari, lanjut dia, ditagih dengan cara pengancaman misalnya 'Kalau kamu tidak bayar kamu akan saya santet' ataupun 'apabila jalau kamu tidak bayar saya akan kirimkan foto senonoh kamu ke setiap kontak yang ada di hp anda'.

Baca juga: Mahfud MD: Pinjaman Online Ilegal Tak Penuhi Syarat Hukum Perdata, Pemiliknya Bisa Dijerat UU ITE

Pinjol ilegal ini sudah ada sejak 15 bulan lalu dan memiliki empat aplikasi pinjaman ilegal.

"Debt collector, penagih ya mereka. Jadi kalau mereka bilang itu collector ya jadi mereka ini penagih kepada nasabah yang telah lakukan peminjaman di applikasi online itu," ungkapnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved