Breaking News:

Gelapkan 46 Ton Cumi dan Ikan Dori Senilai Rp 3,6 Miliar, Supervisor Gudang Dibekuk Polisi

Kompol Yunita Natallia Rungkat mengatakan pelaku yang diketahui bekerja sebagai supervisor gudang PT SIF

Warta Kota/ Junianto Hamonangan
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Yunita Natallia Rungkat membeberkan kasus pencurian 46 ton cumi yang dilakukan oleh karyawan yang menyalahgunakan jabatannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pencurian sebanyak 46 ton cumi dan ikan dori yang dilakukan seorang karyawan berinisial HRN (30) mengakibatkan PT Sanjaya International Fishey (SIF), perusahaan pengolahan ikan dan hasil laut, mengalami kerugian Rp 3,6 miliar. 

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Yunita Natallia Rungkat mengatakan pelaku yang diketahui bekerja sebagai supervisor gudang PT SIF tersebut telah membuat perusahaan merugi. 

"Mengalami kerugian senilai Rp3,6 miliar atau sebanyak 46 ton selisih daripada barang berupa cumi dan ikan dori yang ada di gudang," ujarnya, Senin (25/10/2021).

Yunita menjelaskan tersangka melakukan aksi pencurian cumi dan ikan dori sejak bulan April hingga Agustus 2021 dari tempatnya bekerja di Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. 

Aksi tersangka yang sudah bekerja selama lima tahun itu berawal dari adanya kecurigaan barang yang keluar tanpa sesuai prosedur. Hal itu juga diperkuat dengan rekaman CCTV. 

Setelah mendapat bukti-bukti pendukung maka audit pun dilakukan untuk stok gudang. Hasilnya memang terbukti ada penggelapan yang telah dilakukan tersangka. 

Hal itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kawasan Sunda Kelapa dan langsung meringkus tersangka HRN untuk mempertanggungjawabkan perbuatan jahatnya tersebut. 

"18 Oktober 2021, tersangka HRN diamankan di Polsek Kawasan Sunda Kelapa," katanya.

HRN diketahui menjalankan aksinya dengan cara mengeluarkan cumi dan ikan dori dari gudang PT. SIF dengan cara masuk ke dalam cold storage dan diletakkan di Ruang Anti Room. 

Setelahnya kemasan cumi dan dori digantikan dus bekas PT. SIF dengan dilakban. HRN lalu meminta karyawan operasional mengeluarkan barang lewat pintu karyawan dengan cara dipanggul. 

Tersangka HRN menyalahgunakan jabatannya dengan membuat surat jalan yang ditandatangi sendiri untuk diserahkan kepada Security sebagai bukti pengeluaran barang tersebut.

Atas perbuatannya tersebut pelaku dijerat Pasal 374 KUH Pidana dan/atau Pasal 362 KUH Pidana dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved