Breaking News:

Sanksi WADA ke LADI

Sedih Merah Putih Tidak Berkibar di Denmark, Agum Gumelar Berharap Sanksi dari WADA Cepat Dihentikan

Bendera Merah Putih tidak berkibar saat Indonesia menjadi juara Piala Thomas 2020 di Denmark.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Tribunnews.com
Tokoh sepak bola nasional dan mantan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar, saat menghadiri acara Trofeo U-50 di Stadion PTIK, Jakarta, Minggu (24/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bendera Merah Putih tidak berkibar saat Indonesia menjadi juara Piala Thomas 2020 di Denmark.

Hal itu membuat prihatin tokoh olahraga nasional yang juga mantan Ketua Umum PSSI, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar.

Agum pun menyoroti perihal sanksi dari lembaga anti-doping dunia (WADA) kepada Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) yang berdampak tak berkibarnya bendera Indonesia saat tim bulu tangkis menjuarai Piala Thomas 2020 di Denmark.

Agum mengaku bahwa dirinya sangat kecewa dengan peristiwa tersebut.

Baca juga: Ketum PBSI Ungkap Keberhasilan Melobi WADA, meski Merah Putih tak Bisa Berkibar di Piala Thomas

Baca juga: Akmal Marhali: Menpora Zainudin Amali dan Pengurus LADI Sebaiknya Mundur

Baca juga: Agum Gumelar Sayangkan Sikap Purnawirawan Terlibat Debat dengan Dandim saat Ziarah ke TMP Kalibata

Agum berharap agar sanksi dari WADA cepat ditangani, sehingga hukuman tak berlanjut mengingat akan ada beberapa event olahraga yang diikuti Indonesia baik di dalam negeri maupun luar negeri.

"Ya itu memperhatikan. Kita harus berkaca lah kenapa bisa begini. Setelah berkaca mengapa kita bisa dibuat seperti ini, ya tentunya ambil langkah-langkah untuk mengatasi ini,” kata Agum di sela--sela turnamen Trofeo U-50 di Stadion PTIK, Jakarta, Minggu (24/10/2021).

"Ya, langkah-langkah yang diambil oleh Pak Menpora bagaimana caranya agar tidak keterusan (sanksinya) karena kan kalau kita lihat sedih, prihatin. Thomas cup kita juara tapi bendera merah putih kita tidak berkibar, itu menyakitkan sangat menyedihkan. Coba lihat penyebabnya apa, jangan merasa benar sendiri kalau kita salah ya perbaiki,” terangnya.

Seperti diketahui, usai adanya Sanksi WADA kepada LADI, Menpora Zainudin Amali langsung membentuk tim akselerasi dan investigasi.

Akselerasi dilakukan untuk mempercepat komunikasi dengan pihak-pihak terkait terutama WADA guna mempercepat pencabutan sanksi.

Kemudian investigasi dilakukan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa penyebabnya.

“Kami bentuk tim tujuh orang, dua dari NOC, dua dari perwakilan cabor (bulutangkis dan angkat besi), dua dari LADI dan satu dari pemerintah. Kita sampaikan kepada Pak Presiden dan beliau sambut baik supaya langkah-langkah ini lebih di akselerasi dan kita yang utamakan bagaimana supaya LADI segera penuhi apa yang diminta WADA,” kata Zainudin.

“Jadi itu konsentrasi kita, secara paralel kita juga kan investigasi supaya ini tidak terulang lagi. Kita sedang usahakan agar cepat dan pak Presiden dipahami kami dan tentu beliau pantau langkah-langkah yang kita lakukan selanjutnya setiap hari. Kita komunikasi terus, dan leading sector tetap LADI, kami tim dan pemerintah adalah membatu karena WADA hanya menerima komunikasi dengan LADI,” pungkas Zainudin.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved