Breaking News:

Lahannya Diserobot, Belasan Warga Pertanyakan Jadwal dan Hasil Kajian Mediasi BPN Depok

Sebab, persoalan tanah milik perempuan dan warga Limo, Depok lainnya itu yang diduga diklaim oleh PT ACP belum kunjung rampung.

Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
Korban mafia tanah Limo Depok 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Belasan warga Limo Depok, terus berupaya mempertahankan lahannya yang diserobot oleh perusahaan swasta.

Bahkan kasus penyerobotan lahan itu sudah sempat dimediasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok.

Namun, kini belasan warga Depok itu kembali mempertanyakan jadwal dan hasil kajian mediasi oleh BPN Kota Depok.

Pasalnya, persoalan tanah milik perempuan dan warga Limo, Depok lainnya itu yang diduga diklaim oleh PT ACP belum kunjung rampung.

"Sudah tiga minggu mediasi pertama berlangsung saat itu dipimpin oleh Bapak Lucky, sampai saat ini belum ada penyelesaiannya. Beliau (Lucky) saat itu mengatakan akan mencari jalan tengah agar pembangunan Tol berjalan sesuai rencana. Saya yang punya tanah juga warga Limo, Depok sangat bangga dengan adanya Tol nanti. Kita warga Limo tidak pernah menghambat pembangunan Tol ini," ucap warga Limo, Depok, Suharlin Lilin Harlini, Jumat (22/10/2021) yang lahannya diserobot.

"Justru BPN lah yang menghambat (pembangunan tol) karena mereka tidak mengakui kesalahannya atau mau mengatakan rekannya yang terlibat di lapangan tidak juga dilaporkan, tetap saja disembunyikan," tambah perempuan disapa Lilin.

.

Untuk itu, dirinya bersama warga Limo, Depok lainnya meminta kepada Pak Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) agar memperhatikan kisruh persoalan yang dialami warga Limo.

"Pak Presiden Jokowi saja telah menginstruksikan, menyuruh untuk memberantas mafia tanah, tidak boleh melindungi atau menutup-nutupi terpaut mafia tanah. Apa yang terjadi ada di Limo, Depok yang saat ini saya alami," keluh Lilin pada wartawan.

Lilin mengungkapkan, saat itu, PT ACP menang lelang dari WM, 12.840 meter persegi dengan hasil pemetaan pertama tanggal 21 Mei 2008.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved