Breaking News:

Bukukan Laba Besar, Analis Percaya Indosat Mampu Bayar Uang Pengganti di Kasus Korupsi IM2

Saya percaya pembayaran uang pengganti tersebut tidak akan menggangu kinerja keuangan perseroan atau menggangu rencana merger

Editor: Ahmad Sabran
Istimewa
ILUSTRASI Indosat Ooredoo. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-  Kejaksaan Agung masih belum menyidangkan tersangka lainnya dan melakukan eksekusi uang pengganti sebesar Rp 1.3 triliun dalam kasus korupsi  PT Indosat Mega Media (IM2) sejak 2015.

Senior Equity Research Analyst PT MNC Sekuritas Victoria Venny menilai  saat ini adalah waktu yang tepat bagi PT Indosat Ooredoo Tbk. untuk dapat menyelesaikan seluruh kasus hukum yang terjadi di IM2 yang telah menyeret anak usaha Ooredoo tersebut.

Pasalnya, Indosat akan melakukan merger dengan Hutchison 3 Indonesia (H3I), dan kondisi keuangan operator terbesar ke dua di Indonesia tersebut dalam kondisi yang sangat solid.

Bahkan kinerja keuangan Indosat di semester 1 2021 ini merupakan yang terbaik setelah PT Telkom Tbk.

"Saya yakin sekali Indosat mampu untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1,3 triliun ke Kas Negara di Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagai dampak dari putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Saya percaya pembayaran uang pengganti tersebut tidak akan menggangu kinerja keuangan perseroan atau menggangu rencana penggelaran jaringan serta merger mereka. Apa lagi saat ini kondisi keuangan Indosat sangat solid," ujar Venny akhir pekan lalu di Jakarta.

Merujuk laporan keuangan perseroan semester 1 tahun 2021, kinerja Indosat hingga pertengahan tahun ini sangat bagus dengan pendapatan Rp 14,9 triliun atau tumbuh 11,4 persen. 

Pendapatan ini jauh di atas rival terberatnya PT XL Axiata Tbk. yang hanya membukukan Rp 12,9 triliun.

Kenaikan pendapatan didorong dari pendapatan seluler Indosat yang tumbuh sangat pesat yaitu 11,3% yoy menjadi Rp 12,4 triliun.

Pada paruh pertama tahun 2021 ini, Indosat juga membukukan laba bersih yang spektakuler yaitu Rp 5,59 triliun atau meningkat 1.875,9%.

Padahal di periode yang sama semester I-2020, Indosat masih mengalami rugi bersih Rp 341,1 miliar. Sementara XL hanya membukukan laba bersih Rp 842 miliar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved