Breaking News:

Agum Gumelar Sangat Kecewa Sanksi WADA ke LADI, Minta Menpora Segera Tuntaskan

Agum Gumelar sebagai mantan pengurus olahraga mengatakan sangat kecewa dengan peristiwa tersebut.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Umar Widodo
Tribunnews/Abdul Majid
Tokoh olahraga nasional yang juga mantan Ketua Umum PSSI dan KONI Pusat, Agum Gumelar saat menghadiri acara trofeo U-50 sebagai perayaan HUT TNI ke-76 di Stadion PTIK, Jakarta, Minggu (24/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Tokoh olahraga nasional yang juga mantan Ketua Umum PSSI, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar turut menyoroti perihal sanksi dari lembaga anti-doping dunia (WADA) kepada LADI.

Sanksi itu  berdampak tak berkibarnya bendera Indonesia saat tim bulu tangkis menjuarai Thomas Cup di Aarhus, Denmark.

Agum Gumelar sebagai mantan pengurus olahraga mengatakan sangat kecewa dengan peristiwa tersebut.

Ia pun berharap agar sanksi dari WADA cepat ditangani sehingga hukuman tak berlanjut mengingat akan ada beberapa event olahraga yang diikuti Indonesia baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Ya itu memperhatikan, ya kita harus berkaca lah kenapa bisa begini. Setelah berkaca mengapa kita bisa dibuat seperti ini, ya tentunya ambil langkah-langkah untuk mengatasi ini,” kata Agum Gumelar di Stadion PTIK, Jakarta, Minggu (24/10/2021).

“Ya, langkah-langkah yang diambil oleh Menpora bagaimana caranya agar tidak keterusan (sanksinya) karena kan kalau kita lihat sedih, prihatin. Thomas cup kita juara tapi bendera merah putih kita tidak berkibar, itu menyakitkan sangat menyedihkan. Coba lihat penyebabnya apa, jangan merasa benar sendiri kalau kita salah ya perbaiki,” terangnya.

Seperti diketahui, usai adanya Sanksi WADA kepada LADI, Menpora Zainudin Amali langsung membentuk tim akselerasi dan investigasi yang dipimpin oleh Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari.

Akselerasi dilakukan untuk mempercepat komunikasi dengan pihak-pihak terkait terutama WADA guna mempercepat pencabutan sanksi.

Kemudian investigasi dilakukan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa penyebabnya.

“Kami bentuk tim tujuh orang, dua dari NOC, dua dari perwakilan cabor (bulutangkis dan angkat besi), dua dari LADI dan satu dari pemerintah. Kita sampaikan kepada Presiden dan beliau sambut baik supaya langkah-langkah ini lebih di akselerasi dan kita yang utamakan bagaimana supaya LADI segera penuhi apa yang diminta WADA,” kata Menpora.

“Jadi itu konsentrasi kita, secara paralel kita juga kan investigasi supaya ini tidak terulang lagi. Kita sedang usahakan agar cepat dan pak Presiden dipahami kami dan tentu beliau pantau langkah-langkah yang kita lakukan selanjutnya setiap hari. Kita komunikasi terus, dan leading sector tetap LADI, kami tim dan pemerintah adalah membatu karena WADA hanya menerima komunikasi dengan LADI,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved