Breaking News:

Enam kader terbaik cabang Jakarta Perebutkan Jabatan Ketua KAHMI JAYA

Keenam nama tersebut adalah, Mohamad Taufik, Jamron, Rizki Wahyuni, M. Syukur Mandar, dan Yudhy Pramadhy.

ISTIMEWA
Calon Ketua Kahmi Jaya, antara lain : Mohamad Taufik, Jamron, Rizki Wahyuni, M. Syukur Mandar, dan Yudhy Pramadhy. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Enam kader terbaik akan memperebutkan Ketua Umum/Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) JAYA pada musyawarah wilayah (muswil) ke-10 yang digelar di Chevilly Resort & Camp, Bogor, Jawa Barat (Jabar), mulai 23 sampai 24 Oktober 2021.

Keenam nama tersebut adalah, Mohamad Taufik, Jamron, Rizki Wahyuni, M. Syukur Mandar, dan Yudhy Pramadhy.

“Semuanya memiliki peluang yang sama untuk memimpin KAHMI DKI periode 2021-2026,” kata anggota Tim Seleksi (timsel) calon Ketua Umum/Presedium KAHMI DKI, M. Syaiful Jihad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/10).

Dia mengungkapkan, nama-nama tersebut tentunya kader terbaik HMI Cabang Jakarta.

“Mereka memiliki latar belakang yang berbeda, ada yang pengusaha, pengacara, hingga pejabat di Jakarta. Enam ini yang menjadi calon setelah pendaftaran resmi ditutup pada Sabtu (23/10) pukul 09.00,” ungkap Syaiful.

Dia mengaku pihaknya sudah melakukan verifikasi administrasi sebelumnya.

Pasca dinyatakan lolos, para kandidat itu diberi kesempatan untuk melakukan sosialisasi atau kampanye.

Mereka melakukan pendekatan pada jajaran Majelis Daerah (MD) KAHMI di kabupaten/kota. Di antaranya, MD Jakarta Utara, MD Jakarta Pusat, MD Jakarta Selatan, MD, Jakarta Barat, MD Kepulauan Seribu, MD Jakarta Timur, MD Kabupetan Tangerang Selatan, dan MD Kota Depok.

Sebab, menurut dia, mereka yang menjadi pemilik suara penuh dalam gelaran Muswil ke-10 KAHMI JAYA.

“Hari keenam calon sudah mendapatkan rekomendasi dari MD di lingkungan KAHMI JAYA, sehingga dinyatakan lolos. Mereka sudah lakukan paparkan visi-misi ke MD-MD,” paparnya.

Kampanye tersebut, kata Syaiful, harus dilakukan dengan cara-cara yang baik.

Di antaranya, tidak boleh menggunakan politik uang atau menjatuhkan calon lain.

Pada intinya, tidak boleh black campaign.

“Harus disadari KAHMI adalah forum silaturahmi dan untuk mengabdi," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved