Breaking News:

Bareskrim Sita Rp 20,4 Miliar Dana Pinjol Ilegal yang Sebabkan Ibu Rumah Tangga Bunuh Diri

Bareskrim Polri menilai uang puluhan miliar itu diduga sebagai dana transaksi pinjam-meminjam secara online tersebut.

Warta Kota/ Gilbert Sem Sandro
karyawan kantor Pinjol Ilegal di Tangerang yang Dibekuk Polda Metro Jaya, Kamis 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Bareskrim Polri menyita sedikitnya Rp 20,4 miliar terkait kasus pinjaman online (pinjol)

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menilai uang puluhan miliar itu diduga sebagai dana transaksi pinjam-meminjam secara online tersebut.

Penyitaan dilakukan Bareskrim saat menangkap JS selaku pendana dari pinjol ilegal berkedok Koperasi Simpan Pinjam Solusi Andalan Bersama (KSP SAB). Selain JS, polisi juga menangkap ketua dan pimpinan KSP SAB yakni, MDA dan SR.

Menurut Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika, dari tersangka MDA, pihaknya menyita akte pendirian KSP Solusi Andalan Bersama, perjanjian kerjasama dengan payment gateway dan HP. “Uang senilai Rp 20,4 miliar disita pada rekening bank atas nama KSP Solusi Andalan Bersama dan uang Rp 11 juta pada rekening bank atas nama KSP Solusi Andalan Bersama. Dari SR disita HP,” kata Helmy, Sabtu (23/10/2021).

Baca juga: Marak Pinjol Ilegal, Bank Pemerintah Diminta Jangkau Masyarakat yang Cuma Ingin Pinjam Uang Sedikit

Baca juga: Pemilik Modal 5 Pinjol Ilegal Yang Digerebek Polisi, Masih Berkeliaran

Dalam pemeriksaan katanya terungkap, bahwa tersangka JS selain pendana KSP SAB juga diduga berperan sebagai fasilitator WNA.

JS juga merekrut orang-orang dijadikan ketua ataupun direktur utama secara fiktif, agar pinjol ilegal berkedok perusahaan atau koperasi tidak terendus.

"Tersangka JS adalah fasilitator WNA Tiongkok, perekrut masyarakat untuk menjadi ketua KSP maupun direktur PT yang fiktif yang digunakan sebagai operasional pinjol ilegal. JS pemodal untuk mendirikan perusahaan atau KSP fiktif yang digunakan untuk operasional pinjol ilegal,” ujar Brigjen Helmy.

Baca juga: Polisi Beberkan Trik Pinjol Ilegal Sadap Komunikasi Nasabah

Dalam operasinya, KSP SAB ini menaungi beberapa anak perusahaan pinjol ilegal yang salah satunya, yakni Fulus Mujur. Aplikasi inilah digunakan oleh seorang ibu di Wonogiri yang akhirnya nekat bunuh diri karena tidak mampu membayar utang dan tidak kuat menghadapi teror.

Korban ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri diakibatkan telah meminjam di 23 aplikasi pinjaman online ilegal. Salah satu di antaranya yaitu aplikasi ‘FULUS MUJUR’ yang dikelola oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama (SAB).(bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved