Breaking News:

Virus Corona

Aturan Wajib Tes PCR: IDI: Kali Ini Pemerintah Lebih Pertimbangkan Keamanan Daripada Ekonomi, Bagus!

Dokter spesialis penyakit dalam ini menerangkan, sampai ini tes RT PCR masih menjadi tes terbaik dalam mendeteksi Covid-19.

Editor: Yaspen Martinus
KOMPASTV/DANY SAPUTRA
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mendukung aturan wajib tes PCR bagi penumpang pesawat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mendukung aturan wajib tes PCR bagi penumpang pesawat.

Selain memiliki tingkat akurasi yang tinggi daripada tes antigen, kebijakan pemerintah ini ia nilai tepat, karena lebih mempertimbangkan sisi kesehatan.

"Jadi kalau sekarang diperketat ya menurut saya setuju saja."

Baca juga: Wajib Tes PCR Mulai 24 Oktober, Maskapai Wajib Sediakan 3 Baris Kursi untuk Karantina Penumpang

"Kali ini pemerintah lebih mempertimbangkan masalah keamanan daripada masalah ekonomi, saya kira bagus," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunnews, Jumat (22/10/2021).

Dokter spesialis penyakit dalam ini menerangkan, sampai ini tes RT PCR masih menjadi tes terbaik dalam mendeteksi Covid-19.

Diharapkan dengan pengetatan testing ini, penularan Covid-19 dapat ditekan semaksimal mungkin.

Baca juga: Alasan Pemerintah Wajibkan Tes PCR untuk Penumpang Pesawat: Lebih Sensitif Jaring Kasus Positif

"PCR lebih baik daripada antigen. Dulu kenapa diperlakukan antigen?"

"Karena kalau antigen teoritis kan bisa lebih cepat mendeteksinya."

"Cuma kemudian mungkin dipikirkan lagi, kita ini sudah bagus banget kondisi kasus Covid-19."

Baca juga: Aturan Baru Wajib Tes PCR 2 x 24 Jam, Komisioner Komnas HAM: Ruwet dan Memberatkan

"Jadi kalau sekarang diperketat ya menurut saya setuju saja," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved