Pemalsu Surat Izin Operasional

Wartawan di Salah Satu Media di Kota Bekasi Menjual Surat Izin Operasional Palsu Senilai Rp 200.000

Aparat Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap pria yang memalsukan Surat Izin Operasional (SIO) yang ditujukan bagi operator alat berat. 

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota
Pelaku pemalsuan SIO dibawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING - Aparat Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap pria yang memalsukan Surat Izin Operasional (SIO) yang ditujukan bagi operator alat berat. 

Pria yang telah memalsukan SIO itu berinisial RAH (25).

Kanit 3 Krimsus Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu Wan Deni Ramona, mengatakan bahwa RAH bekerja sebagai wartawan di salah satu media di Bekasi, Jawa Barat.

"Pelaku ini mengaku kepada kita bahwa dirinya seorang wartawan di salah satu media di Kota Bekasi," kata Wan Deni, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Sindikat Pemalsuan Surat Hasil Tes PCR Terkuak, 6 Pelaku Diringkus Polda Metro Jaya & Polres Jaksel

Baca juga: Perjuangkan Haknya, Korban Pemalsuan Surat Jual Beli Villa di Bali Adukan Nasib ke Jokowi

Baca juga: Komplotan Pemalsuan Surat Vaksinasi Covid-19 Digulung Polisi, Pelaku Jual Rp 200 Ribu per Lembar

RAH menjual jasa pembuatan SIO palsu lewat akun facebook pribadinya kepada para operator forklift yang malas mengurus dokumen tersebut.

"Satu surat Rp 200.000, SIO itu sudah termasuk surat pelatihan, jadi seolah-olah operator sudah mengikuti pelatihan," ujar Wan Deni.

Wan Deni menerangkan bahwa pelaku yang beraksi secara sendirian sudah 10 kali melakukan perbuatan itu selama satu bulan terakhir. 

"Sasarannya bagi operator seperti di pelabuhan, operator forklift, operator crane, dan tenaga kerja lainnya," terang Wan Deni.

Pasalnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 2021, aparat kepolisian mendalami kecelakaan kerja yang banyak terjadi dan juga melibatkan operator alat berat. 

"Itu mengindikasikan operator ini mungkin kurang cakap, tidak compatible menjalankan operator, kemudian didukung informasi terkait beredarnya SIO palsu," ujar Deni.

Pelaku RAH pun digiring ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Selain itu, Wan Deni menjelaskan RAH ditangkap setelah beberapa kali menjual SIO palsu. 

Mendapati informasi terkait peredaran SIO palsu di pelabuhan, undercover buying pun dijalankan sebagai metode penangkapan RAH. 

"SIO yang dijual pelaku dihargai Rp 200.000 yang awalnya dikirimkan dengan ojek online,” kata Wan Deni.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved