Breaking News:

Berita Nasional

PKS Soroti Dugaan Utang Tersembunyi Rp245 Triliun RI ke China, Mardani: Jangan Sepelekan Temuan Ini

Sebagian besar utang tersembunyi itu merupakan pembiayaan pembangunan dalam program Belt and Road Initiative (BRI).

Editor: Feryanto Hadi
Kompas.com/Devina Halim
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Adanya informasi utang tersembunyi Indonesia kepada China sebanyak ratusan triliun menjadi kabar mengejutkan.

Pemerintah dianggap tidak terbuka kepada rakyat.

Informasi tersebut awalnya dibocorkan Lembaga Riset Keuangan asal Amerika Serikat bernama AidData.

Adanya dugaan utang tersembunyi itu menjadi salah satu perhatian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam catatan catatan khususnya terkait kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin yang hari ini genap berusia dua tahun.

Baca juga: Alasan Debt Collector Pinjol di Jakarta Utara Tagih Utang Pakai Gambar Asusila: Tekanan dari Atasan

Baca juga: Pegawai Pinjol yang Teror Nasabah hingga Stres dan Bunuh Diri Digaji Rp15 Juta, Begini Pengakuannya

Sebelumnya, Lembaga Riset Keuangan asal Amerika Serikat bernama AidData yang memperkirakan Indonesia punya utang tersembunyi ke China sebesar Rp245 triliun diduga untuk membiayai berbagai proyek besar pemerintah.

Sebagian besar merupakan pembiayaan pembangunan dalam program Belt and Road Initiative (BRI).

Salah satunya kereta cepat Jakarta-Bandung yang menuai polemik.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada Kompas TV, Rabu (20/10/2021) meminta agar masalah ini jangan disepelekan.

“Jangan sepelekan temuan ini. Terlebih, dampak dari keputusan yang serba instan dan kejar-tayang, pendanaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kini ditanggung APBN,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada Kompas TV, dikutip dari situs resmi PKS.

Baca juga: Pendukung Ganjar dan Anies Terang-terangan Gelar Deklarasi, PKS: Tahun Politik Muncul Lebih Awal

Selain itu, terkait kinerja penegakan hukum yang melemah. Kepuasan publik menurun dari 65,6% (April) menjadi 59,4% (Oktober) menurut survey Nasional Kompas Oktober 2021.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved