Breaking News:

Virus Corona

Kementerian Kesehatan: Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19 Adalah Keniscayaan

Nadia mengatakan hal ini pun berlaku bagi negara dengan cakupan vaksin yang cukup tinggi seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Israel.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, meski saat ini pandemi Covid-19 relatif terkendali, bukan tidak mungkin lonjakan kasus bakal terjadi. 

"Vaksin sudah menekan jumlah orang yang masuk RS dan meninggal dunia, tetapi tidak dapat mencegah penularan kepada komunitas," tutur Prof Mahardika.

Sebagai langkah antisipasi selain dengan 3M dan 3T, ia berharap pemerintah dapat menaikkan target vaksin menjadi 100 persen.

"Kalau dari kasus, ya pasti."

Baca juga: KISAH Mantan Pangkostrad Minta Tiga Patung Tokoh Penumpas PKI Dimusnahkan, Tak Mau Masuk Neraka

"Tetapi mudah-mudahan tidak ada gelombang ketiga untuk jumlah orang yang masuk rumah sakit, sehingga kewalahan, dan jumlah orang yang meninggal dunia," paparnya.

Berdasarkan pola lonjakan yang terjadi sebelumnya di Indonesia, Prof Gusti mengatakan, gelombang ketiga akan terjadi antara Januari hingga Februari maupun Juli hingga Agustus.

Meski demikian, situasi dan kondisinya tidak separah saat gelombang kedua pada Juli-Agustus 2021, apalagi jika intervensi vaksinasi terus meluas dengan cakupan di atas 70 persen.

Baca juga: Lalai, Propam Tetapkan Karutan Bareskrim dan Dua Anggotanya Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan M Kece

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 15.594 orang per 21 Oktober 2021, dan sebanyak 143.120 orang meninggal.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 21 Oktober 2021, dikutip TribunTangerang dari laman Covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 860.551 (20.3%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 704.807 (16.6%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 484.281 (11.4%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 397.631 (9.4%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 157.726 (3.7%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 155.575 (3.7%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 132.121 (3.1%)

RIAU

Jumlah Kasus: 128.325 (3.0%)

BALI

Jumlah Kasus: 113.639 (2.7%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 109.479 (2.6%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 105.655 (2.5%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 89.686 (2.1%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 69.751 (1.6%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 63.448 (1.5%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 59.806 (1.4%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 53.821 (1.3%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 51.875 (1.2%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 49.491 (1.2%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 46.872 (1.1%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 45.474 (1.1%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 40.872 (1.0%)

ACEH

Jumlah Kasus: 38.240 (0.9%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 35.642 (0.8%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 34.560 (0.8%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 34.118 (0.8%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 29.725 (0.7%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 27.664 (0.7%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 23.082 (0.5%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 23.075 (0.5%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 20.111 (0.5%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 14.562 (0.3%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 12.306 (0.3%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 12.055 (0.3%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 11.782 (0.3%). (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved